Warga dan Turis di Dubai Ungkap Kekhawatiran Usai Serangan Iran ke UEA
Selama dua hari terakhir, sebagian besar warga dan turis di Dubai memilih untuk berdiam diri di dalam rumah dan hotel mereka ketika serangan rudal dan drone menyasar kota di Uni Emirat Arab tersebut. Gempuran Iran ini merupakan respons terhadap operasi tempur yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel, menciptakan situasi yang tidak biasa bagi kota yang dikenal dengan kemewahan dan ketenangannya.
Kerusakan di Tempat-Tempat Ikonik
Hotel-hotel mewah dan Bandara Internasional Dubai, yang merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia berdasarkan lalu lintas penumpang, turut mengalami kerusakan akibat serangan ini. Di Palm Jumeirah, kepulauan mewah buatan Dubai, Hotel Fairmont The Palm terkena ledakan besar. Selain itu, puing-puing dari drone yang berhasil dicegat menyebabkan kebakaran kecil di fasad Hotel Burj Al Arab, menurut keterangan pihak berwenang setempat.
Serpihan rudal juga mengakibatkan kebakaran di Pelabuhan Jebel Ali, yang merupakan pelabuhan tersibuk kesembilan di dunia. Pejabat setempat menyampaikan bahwa insiden ini terjadi pada Sabtu lalu, menambah daftar kerusakan yang signifikan.
Pengalaman Langsung dari Warga dan Turis
Warga setempat, Becky Williams, melaporkan melihat sekitar 15 rudal diluncurkan dari belakang rumahnya pada hari sebelumnya. Rudal tersebut merupakan persenjataan UEA yang digunakan untuk mencegat proyektil Iran yang menuju Dubai. Anda bisa mendengar cegatan itu terjadi di udara, ujarnya, meskipun ia dan keluarganya mengaku tetap tenang dan percaya bahwa militer UEA mampu mempertahankan wilayah udaranya.
Satya Jaganathan, warga Dubai lainnya, mengungkapkan bahwa rencana liburan akhir pekannya terpaksa dibatalkan akibat peristiwa ini. Beginilah kita sekarang, harus tinggal di rumah, katanya dengan nada frustrasi. Ia juga menceritakan bahwa saudarinya harus mencari perlindungan di apartemennya karena tempat tinggalnya dekat dengan Pelabuhan Jebel Ali, di mana banyak puing-puing jatuh.
Jaganathan menambahkan, Situasinya masih relatif tenang karena hanya ada suara keras setiap beberapa jam, tetapi terasa aneh karena ini bukan Dubai yang kami kenal. Pernyataan ini menggambarkan betapa serangan ini telah mengubah atmosfer kota yang biasanya ramai dan aman.
Dampak pada Perjalanan dan Pariwisata
Ribuan penerbangan menuju dan dari Timur Tengah telah dibatalkan, dengan kejadian ini dicatat sebagai salah satu gangguan terparah terhadap perjalanan global sejak pandemi Covid-19. Judy Trotter, yang seharusnya kembali ke London dari liburannya pada Sabtu lalu, diberitahu bahwa semua penerbangan dibatalkan saat tiba di bandara.
Saya bertemu dengan orang-orang yang sangat kesal karena rencana perjalanan mereka terdampak. Ada ribuan orang di bandara, ujar Trotter. Ia juga berjumpa dengan banyak penumpang yang sedang transit dan kini terjebak di Dubai. Trotter adalah satu dari sekitar 1.000 penumpang yang terlantar dan diberi kompensasi untuk menginap di hotel, meskipun mereka diperingatkan untuk menjauhi jendela karena banyak kaca yang mengkhawatirkan.
Ketakutan dan Persiapan Darurat
Seorang turis Inggris, Kate Fischer, mengaku sangat ketakutan selama insiden ini. Pada Sabtu malam, dia dan pasangannya mengemas tas darurat ketika anak-anak mereka tidur. Mereka juga menyiram handuk mandi dan handuk dengan air sebagai persiapan jika harus melarikan diri di tengah malam dalam kondisi kebakaran.
Fischer menggambarkan pengalamannya sebagai sangat surealis, dikelilingi oleh orang-orang yang mencoba menikmati liburan mereka sementara asap terlihat dari area terdekat yang terkena serangan. Peserta Strictly Come Dancing, Vicky Pattison, termasuk di antara orang-orang yang harus mengungsi di Dubai, dengan penerbangannya ke Australia dibatalkan.
Dalam postingan di Instagram, Pattison menulis, Kami memikirkan semua orang yang merasa tidak tenang dan tidak aman saat ini, mengungkapkan solidaritas dengan mereka yang terdampak.
Konteks dan Dampak Lebih Luas
Serangan Iran ini merupakan balasan atas serangan AS dan Israel yang terus berlanjut hingga Minggu lalu. Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan wafat dalam serangan tersebut, menambah ketegangan di kawasan. Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, telah menawarkan diri sebagai juru runding dalam konflik ini, meskipun tawaran itu dianggap tidak realistis oleh beberapa pihak.
Dampak ekonomi juga terasa, dengan harga minyak dunia melonjak setelah kapal-kapal diserang di dekat Selat Hormuz. Insiden di Dubai ini tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari tetapi juga mengingatkan dunia akan kerapuhan perdamaian di wilayah yang rentan konflik.
