Trump Ultimatum Iran: Pengeboman Jika Tak Ada Kesepakatan Baru
Trump Ultimatum Iran: Pengeboman Jika Tak Capai Kesepakatan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran. Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa jika Iran tidak mencapai kesepakatan, maka operasi pengeboman akan segera dimulai dengan intensitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Ancaman Pengeboman Baru

Trump menulis bahwa dengan asumsi Iran bersedia memberikan apa yang telah disepakati, maka Operasi Epic Fury yang legendaris akan berakhir. Ia juga menyebut bahwa blokade yang sangat efektif akan memungkinkan Selat Hormuz terbuka untuk semua negara, termasuk Iran. Namun, jika tidak ada kesepakatan, pengeboman akan dimulai pada tingkat yang lebih tinggi.

Pernyataan ini disampaikan Trump pada Rabu (6/5/2026) dan dilansir oleh CNN. Trump menekankan bahwa AS masih membuka peluang untuk kesepakatan, meskipun ia menganggap kemungkinan tercapainya kesepakatan tersebut sebagai asumsi besar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Operasi Epic Fury Dinyatakan Selesai

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada wartawan bahwa Operasi Epic Fury sebenarnya sudah berakhir. Rubio menyatakan bahwa operasi tersebut telah selesai dan presiden telah memberitahukan kepada Kongres bahwa tahap itu sudah rampung.

Gedung Putih telah memberi tahu para anggota parlemen bahwa perang telah berakhir karena adanya gencatan senjata. Hal ini dilakukan untuk menghindari persyaratan hukum yang mewajibkan presiden untuk meminta persetujuan Kongres jika konflik berlangsung lebih dari 60 hari.

Ancaman Pembalasan dan Proyek Kebebasan

Meskipun demikian, Trump tetap mengancam Iran dengan pembalasan besar jika Iran menyerang kapal-kapal AS. Pada Minggu sebelumnya, Trump mengumumkan apa yang disebut Proyek Kebebasan untuk membantu kapal-kapal meninggalkan Selat Hormuz.

Rubio menjelaskan bahwa operasi tersebut bersifat defensif, bukan ofensif. Artinya, tidak akan ada penembakan kecuali AS ditembak terlebih dahulu.

Latar Belakang Serangan

Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran pada 28 Februari, yang menewaskan para pemimpin dan menghancurkan situs-situs militer serta ekonomi utama Iran. Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone di berbagai wilayah.

Pada 8 April, Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran yang kemudian diperpanjang, meskipun negosiasi dengan Teheran masih mengalami kebuntuan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga