Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa dirinya adalah 'bos' saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Evian-les-Bains, Prancis, pada Rabu (17/6) waktu setempat. Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para pemimpin negara-negara G7 dan wartawan yang meliput acara tersebut.
Konteks Pernyataan Trump
Komentar Trump itu muncul setelah para pemimpin G7 mengeluarkan pernyataan bersama yang bertujuan memperkuat posisi Ukraina dalam potensi perundingan damai dengan Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky hadir dalam KTT G7 dengan harapan meyakinkan Trump bahwa perlawanan Ukraina terhadap invasi Rusia telah membuahkan hasil dan bahwa Rusia tidak dalam posisi untuk mendikte persyaratan perdamaian.
"Saya bosnya (I'm the boss)," kata Trump saat tiba di sesi tentang keamanan ekonomi global. Sesi tersebut membahas rantai pasokan mineral penting dan ketidakseimbangan makroekonomi.
Reaksi Para Pemimpin G7
Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengakui adanya perubahan sikap dari pihak Amerika Serikat. "Ada perubahan posisi dari pihak Amerika Serikat dan Presiden Trump. Ada posisi yang lebih keras terhadap Rusia dan lebih realistis, menurut pandangan kami, tentang situasi di lapangan dalam perang tersebut," ujar Carney kepada wartawan.
Sebelumnya, pada Selasa (16/6), Trump memuji pertemuannya dengan Zelensky dan para pemimpin G7 lainnya sebagai pertemuan yang "sangat baik."
Kesepakatan dengan Iran
Para pemimpin G7 juga menyambut baik kesepakatan perdamaian awal antara Amerika Serikat dan Iran yang ditandatangani Trump pada malam sebelum KTT G7. Mereka menyatakan kesiapan untuk berkontribusi pada implementasi kesepakatan tersebut.
Selain itu, para pemimpin G7 berkomitmen untuk mendiversifikasi jalur pasokan energi guna mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz. Selat tersebut sebelumnya diblokade oleh Iran selama konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel.
Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan harga energi global dan mengurangi risiko gangguan pasokan di masa depan.



