Trump Tegaskan Posisi Kuat AS Jelang Putaran Kedua Negosiasi dengan Iran di Islamabad
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya berada dalam posisi yang sangat kuat menjelang putaran kedua pembicaraan dengan Iran. Negosiasi lanjutan tersebut direncanakan akan berlangsung di Islamabad, Pakistan, dalam waktu dekat ini.
"Kita akan mendapatkan kesepakatan yang hebat. Saya pikir mereka tidak punya pilihan... Kita berada dalam posisi negosiasi yang sangat, sangat kuat," kata Trump dalam wawancara dengan penyiar CNBC, seperti dilansir AFP pada Selasa, 21 April 2026.
Delegasi AS Dipimpin Wakil Presiden JD Vance
Delegasi Amerika Serikat disebutkan akan dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi terkait keberangkatan rombongan dari Washington. Pembicaraan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama yang digelar awal bulan ini di Pakistan, yang berakhir tanpa kesepakatan yang berarti.
Dalam negosiasi tersebut, Trump menuntut Iran untuk menyerahkan cadangan uranium dan menghentikan upaya pengendalian Selat Hormuz, yang merupakan jalur strategis untuk pengiriman minyak dan komoditas global. Namun, Iran dilaporkan menolak syarat-syarat tersebut.
Gencatan Senjata dan Desakan Pembebasan Wanita
Sementara itu, gencatan senjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berlaku sejak 8 April dijadwalkan berakhir pada Rabu malam waktu Washington, menurut Gedung Putih. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump mengatakan kepada Iran bahwa mereka dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam pembicaraan damai dengan Amerika Serikat dengan membebaskan delapan wanita yang terancam hukuman mati.
"Saya akan sangat menghargai pembebasan para wanita ini," tulis Trump di platform Truth Social. "Akan menjadi awal yang baik untuk negosiasi kita!" tambahnya.
Pernyataan Trump disertai dengan unggahan ulang klaim di X oleh seorang aktivis muda pro-Israel di Amerika Serikat, Eyal Yakob, yang menyatakan bahwa delapan wanita tersebut menghadapi hukuman mati dengan cara digantung. Yakob mengunggah foto delapan wanita tetapi tanpa menyebutkan nama-nama mereka.
Verifikasi Klaim dan Konteks Eksekusi di Iran
AFP tidak dapat memverifikasi klaim tentang sebagian besar wanita tersebut. Namun, foto salah satu wanita dalam unggahan tersebut identik dengan gambar yang diterbitkan pada 13 April oleh kelompok hak asasi manusia Hengaw yang berbasis di Norwegia, yaitu foto Bita Hemmati, yang berpotensi menjadi wanita pertama yang dieksekusi terkait aksi protes di Iran.
Iran telah melakukan beberapa eksekusi terhadap orang-orang yang terkait dengan protes anti-pemerintah pada Januari, yang menurut para aktivis ditumpas dalam penindakan brutal yang menyebabkan ribuan orang tewas dan puluhan ribu ditangkap.
Masa Depan Gencatan Senjata dan Posisi Negosiasi
Trump tidak menjelaskan secara gamblang dalam wawancara dengan CNBC apakah ia akan memperpanjang gencatan senjata jika tidak ada kemajuan di Pakistan. "Iran dapat berada di posisi yang sangat baik jika mereka membuat kesepakatan," katanya, menegaskan kembali posisi kuat Amerika Serikat dalam proses diplomasi ini.
Dengan berbagai tuntutan dan tekanan yang diberikan, putaran kedua negosiasi di Islamabad diprediksi akan menjadi momen krusial dalam hubungan kedua negara, terutama dalam konteks stabilitas kawasan Timur Tengah dan keamanan global.



