Trump Ancam NATO dengan Masa Depan "Sangat Buruk" Jika Tak Bantu Buka Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada sekutu-sekutu NATO, menyatakan bahwa aliansi tersebut menghadapi masa depan yang "sangat buruk" jika tidak membantu membuka Selat Hormuz. Jalur transportasi minyak penting ini ditutup oleh Iran dalam konflik Timur Tengah yang sedang berkecamuk.
Dalam wawancara eksklusif dengan The Financial Times, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat telah memberikan bantuan signifikan kepada Ukraina dalam perang melawan Rusia. Oleh karena itu, dia mengharapkan negara-negara Eropa untuk turun tangan dalam upaya membuka Selat Hormuz. Penutupan selat ini telah memicu lonjakan harga minyak global, mengancam stabilitas ekonomi dunia.
"Jika tidak ada tanggapan atau jika itu adalah tanggapan negatif, saya pikir itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO," ujar Trump, seperti dilaporkan AFP. Pernyataan ini memperkuat kritiknya selama bertahun-tahun terhadap aliansi tersebut, yang dinilai memanfaatkan kemurahan hati AS.
Iran Ancam Serang Pusat Logistik Kapal Induk Terbesar AS
Di tengah ketegangan yang memanas, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan terbaru yang menetapkan semua pusat logistik dan layanan pendukung kapal induk AS, USS Gerald R Ford, sebagai target sah bagi Angkatan Bersenjata Iran. Kapal induk terbesar di dunia ini saat ini berada di Laut Merah, tepatnya di pelabuhan Jeddah, Arab Saudi.
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran menyatakan bahwa kehadiran kapal induk bertenaga nuklir milik AS di Laut Merah merupakan ancaman langsung bagi Teheran. Peringatan ini disampaikan melalui Press TV, menambah tensi dalam konflik regional yang semakin intensif.
Arab Saudi Berhasil Cegat Lebih dari 60 Serangan Drone
Sistem pertahanan udara Arab Saudi menunjukkan efisiensinya dengan mencegat lebih dari 60 drone yang diluncurkan ke wilayah kerajaan sepanjang malam. Serangan ini mencakup puluhan drone yang ditargetkan ke ibu kota Riyadh dan wilayah Eastern Region.
Mayor Jenderal Turki al-Maliki, juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi, mengungkapkan bahwa 34 drone berhasil dihancurkan di Eastern Region dalam kurun waktu dua jam. Sebelumnya, otoritas Saudi juga melaporkan keberhasilan mencegat 25 drone lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pertahanan aktif negara tersebut di tengah konflik yang meluas.
Mojtaba Khamenei Diterbangkan ke Rusia untuk Operasi Darurat
Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dikabarkan telah dievakuasi secara diam-diam ke Rusia setelah mengalami luka-luka akibat serangan gabungan AS dan Israel pada akhir Februari. Evakuasi rahasia ini dilakukan agar putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei itu dapat menjalani operasi kaki yang kritis untuk menyelamatkan nyawanya.
Operasi dilaporkan dilakukan di istana kepresidenan Presiden Vladimir Putin. Di tengah spekulasi mengenai kondisinya, Mojtaba baru-baru ini merilis pernyataan penuh amarah yang menuntut balas dendam terhadap AS dan Israel, memperdalam permusuhan dalam konflik ini.
Iran Luncurkan Rudal Canggih Sejjil untuk Pertama Kalinya ke Israel
Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan sejumlah rudal canggih dalam serangan balasan terhadap AS dan Israel, termasuk rudal Sejjil yang digunakan untuk pertama kalinya dalam perang sejak 28 Februari. Rudal ini menggunakan bahan bakar padat, membuatnya lebih sulit dideteksi dan dicegat di udara.
"Untuk pertama kali dalam responsnya terhadap serangan AS-Israel, Iran meluncurkan rudal Sejjil," sebut Al Jazeera dalam laporannya. Langkah ini menandai eskalasi baru dalam kemampuan militer Iran dan meningkatkan risiko konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Dengan perkembangan ini, ketegangan internasional terus memuncak, mempengaruhi stabilitas global dari segi politik, ekonomi, dan keamanan. Dunia menyaksikan bagaimana aksi dan reaksi antara kekuatan-kekuatan utama membentuk narasi perang yang kompleks dan berbahaya.
