Trump Ingin Jadi Juru Damai Ukraina-Rusia
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tampaknya berniat menjadi penengah dalam konflik antara Ukraina dan Rusia. Setelah mencapai kesepakatan damai dengan Iran, ia mengumumkan bahwa prioritas pemerintahannya akan beralih ke upaya mengakhiri perang yang berkecamuk di Ukraina.
Pertemuan dengan Zelensky di KTT G7
Saat bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang berlangsung di Prancis, Trump menegaskan komitmennya untuk melakukan segala cara demi membantu mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Meskipun perang dengan Iran belum sepenuhnya usai, Trump telah mengarahkan perhatiannya pada konflik Eropa Timur tersebut.
Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri AS, yang sebelumnya lebih berfokus pada Timur Tengah. Dengan beralihnya fokus ke Ukraina, Trump berharap dapat memainkan peran kunci dalam menciptakan stabilitas di kawasan Eropa.
Belum ada pernyataan resmi dari Kremlin mengenai inisiatif perdamaian Trump ini. Namun, para pengamat internasional menilai bahwa keterlibatan AS bisa menjadi faktor penentu dalam upaya mediasi konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut.



