Putin Ungkap Duka Mendalam Atas Gugurnya Ali Larijani, Sahabat Iran dalam Serangan Israel
Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyampaikan pesan belasungkawa yang mendalam kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyusul kematian Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran. Larijani tewas dalam serangan udara Israel yang terjadi awal pekan ini, sebuah peristiwa yang mengguncang hubungan internasional.
Pesan Resmi Putin: Larijani Disebut Sahabat Sejati Rusia
Dalam pesan yang diterbitkan oleh penyiar resmi Iran IRIB dan dilaporkan oleh kantor berita Rusia seperti Tass, Putin menyatakan, "Terimalah belasungkawa terdalam kami atas kematian Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Larijani." Putin lebih lanjut menggambarkan Larijani sebagai "sahabat sejati" Rusia, yang telah berkontribusi signifikan dalam pengembangan kemitraan strategis komprehensif antara Moskow dan Teheran. Ia menekankan bahwa Larijani "akan tetap di hati kami" dan meminta agar belasungkawa serta dukungan tulus disampaikan kepada keluarga dan teman-teman almarhum.
Detail Serangan Israel yang Menewaskan Larijani dan Keluarganya
Militer Israel mengonfirmasi pada Selasa (16/3/2026) bahwa mereka telah membunuh Larijani dalam serangan udara di dekat Teheran. Mereka mengklaim operasi ini sebagai "serangan tepat sasaran" yang dilakukan pada Senin (15/3) malam, dengan tujuan "mengeliminasi" Larijani. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi kematian Larijani, bersama dengan putranya, ajudannya Reza Bayat, dan beberapa rekannya dalam serangan tersebut.
Respons Rusia dan Iran Terhadap Pembunuhan Ini
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam konferensi pers di Moskow pada Rabu (18/3), menyatakan bahwa Rusia "mengutuk keras" tindakan yang bertujuan membahayakan atau membunuh perwakilan kepemimpinan Iran yang berdaulat. Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah mengonfirmasi bahwa Israel juga membunuh Menteri Intelijen Esmail Khatib dalam serangan terpisah, menandai pembunuhan ketiga terhadap pejabat tinggi Iran dalam dua hari. Pezeshkian mengutuk "pembunuhan pengecut" ini, menyebutnya sebagai peristiwa yang "membuat kami patah hati," namun menegaskan bahwa perjuangan mereka akan berlanjut lebih kuat.
Insiden ini memperburuk ketegangan di Timur Tengah dan menyoroti kompleksitas hubungan antara Rusia, Iran, dan Israel dalam konteks keamanan global. Putin yang dikenal dekat dengan kepemimpinan Iran, menunjukkan solidaritas yang kuat melalui pesan belasungkawanya, menggarisbawahi pentingnya kemitraan strategis antara kedua negara di tengah gejolak politik ini.



