Prabowo Apresiasi Sambutan Pasukan Tradisional Korsel di Istana Blue House
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasi tinggi atas sambutan yang diterimanya dari pasukan berkostum tradisional Korea Selatan saat tiba di Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae atau yang lebih dikenal sebagai Blue House. Pertemuan bilateral ini berlangsung pada Rabu, 1 April 2026, dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sebagai tuan rumah.
Kehormatan sebagai Mantan Prajurit
Dalam pernyataannya, Prabowo mengungkapkan rasa terhormat yang mendalam sebagai mantan prajurit. "Saya ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas sambutan yang sangat hangat dan upacara luar biasa ini. Ini adalah kehormatan besar yang saya rasakan hari ini sebagai mantan prajurit. Saya sangat merasa terhormat diterima dengan upacara yang begitu indah," ujarnya.
Prabowo juga memuji pasukan Korea Selatan dengan mengatakan, "Anda harus bangga dengan prajurit-prajurit Anda." Sambutan resmi ini diawali dengan pengawalan pasukan tradisional yang memandu rombongan Indonesia memasuki area istana, menciptakan nuansa kehormatan khas kenegaraan Republik Korea.
Memperkuat Hubungan Bilateral dan Kerja Sama
Kunjungan kenegaraan pertama Prabowo ke Korea Selatan ini disebut sebagai agenda penting untuk memperkuat kerja sama antara kedua negara. Ia menyebut Korea Selatan sebagai sahabat dekat Indonesia, meskipun mengakui bahwa dalam hubungan apa pun pasti ada dinamika pasang surut.
"Dan bagi saya, kunjungan kenegaraan pertama ini sangatlah penting. Saya menganggap Korea sebagai sahabat karib Indonesia dan saya ingin meningkatkan kerja sama ini. Tentu saja, dalam setiap hubungan yang panjang, akan selalu ada pasang surut. Terkadang akan selalu ada kesalahpahaman," jelas Prabowo.
Namun, ia menekankan bahwa sebagai sahabat, kedua negara dapat mencapai kolaborasi dan konsensus melalui kejujuran dan keterbukaan. Prabowo menganalogikan hubungan ini seperti dalam sebuah keluarga, di mana kesalahpahaman mungkin terjadi, tetapi yang terpenting adalah kepentingan bersama.
Kesamaan dan Peluang Kerja Sama Strategis
Prabowo menekankan pentingnya hubungan strategis antara Indonesia dan Korea Selatan dalam mendorong kesejahteraan bersama. Ia menyebutkan bahwa kedua negara memiliki banyak kesamaan, seperti posisi di kawasan Pasifik dan ketergantungan pada perdagangan.
"Dan saya pikir sebagai kekuatan menengah (middle power), kita juga memiliki kekhawatiran yang sama. Kita berdua membutuhkan stabilitas dan kita berdua membutuhkan perdamaian. Namun kita memahami bahwa jika kita menginginkan perdamaian dan stabilitas, kita juga harus memiliki keamanan dan pertahanan yang baik," ujar Prabowo.
Menurutnya, kerja sama kedua negara dapat semakin diperkuat karena memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Korea Selatan dinilai telah mencapai kemajuan pesat di bidang industri, sains, dan teknologi, sementara Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah serta pasar domestik yang besar.
Prosesi Penyambutan yang Khidmat
Sebelum pertemuan bilateral, Prabowo disambut secara resmi oleh Presiden Lee Jae Myung di depan gedung utama Istana Blue House. Rangkaian acara penyambutan meliputi:
- Penghormatan di mimbar kehormatan
- Pemutaran lagu kebangsaan kedua negara
- Inspeksi pasukan
- Perkenalan delegasi resmi dari kedua negara
Prosesi ini menghadirkan suasana khidmat dan penuh kehormatan, mencerminkan pentingnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan. Kedua kepala negara bersama-sama menuju lokasi upacara, menandai dimulainya dialog bilateral yang diharapkan dapat membawa manfaat bagi kedua bangsa.



