Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa dirinya memiliki hubungan yang harmonis dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Hotel Novotel, Lampung, Rabu (10/6/2026).
Prabowo Heran Dikritik
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengaku heran karena sering kali ia menjadi sasaran kritik, termasuk terkait frekuensi kunjungannya ke luar negeri. Meski demikian, ia tidak mempermasalahkan hal tersebut. "Sekarang saya baik sama Presiden Putin, baik saya. Tapi saya baik juga sama Presiden Trump. Di sini saya disalahkan di situ saya disalahkan. Tapi enggak ada masalah," ujar Prabowo.
Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Prabowo menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia tetap berpegang pada prinsip bebas aktif atau nonblok. Menurutnya, Indonesia bersahabat dengan semua negara dan tidak ingin terlibat dalam pakta militer mana pun. "Politik luar negeri Indonesia adalah politik non aligned, politik non-blok. Kita bersahabat sama semua negara, kita bersahabat sama semua kekuatan, kita tidak mau terlibat dengan pakta-pakta militer siapa pun," jelasnya.
Ia menambahkan, "Begitu saya menerima mandat sebagai Presiden, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non aligned, politik non-blok, politik bebas aktif."
Prinsip 1.000 Kawan
Prabowo juga menekankan prinsip yang dipegangnya, yaitu 1.000 kawan terlalu sedikit dan satu lawan terlalu banyak. Meskipun mendapat kritik dari berbagai pihak, ia tidak akan ragu selama kebijakannya ditujukan untuk kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. "Saudara-saudara noise selalu ada yang penting kita yakin garis kita di mana. Selama saya yakin saya kerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia selamanya saya tidak ragu-ragu," pungkasnya.



