PM Lebanon Sambut Gencatan Senjata dengan Israel, Ucapkan Terima Kasih ke AS dan Qatar
PM Lebanon Sambut Gencatan Senjata dengan Israel

PM Lebanon Sambut Baik Gencatan Senjata dengan Israel

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam secara resmi menyambut baik pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pengumuman bersejarah ini bertujuan untuk menghentikan permusuhan yang telah berlangsung antara Israel dan kelompok militan Hizbullah di wilayah Lebanon.

Ucapan Terima Kasih kepada Negara-Negara Penengah

Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, PM Nawaf Salam menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada sejumlah negara yang telah berperan aktif dalam proses mediasi. Negara-negara tersebut meliputi Amerika Serikat, Prancis, Arab Saudi, Mesir, Qatar, dan Yordania. Upaya diplomatik kolektif ini dinilai sangat krusial dalam mencapai momen perdamaian sementara tersebut.

Pengumuman dari Presiden Trump ini disampaikan tak lama setelah ia melakukan serangkaian panggilan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun. Percakapan tersebut membuka jalan bagi kesepakatan gencatan senjata yang akan berlaku selama sepuluh hari ke depan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Latar Belakang Konflik dan Korban Jiwa

Serangkaian serangan Israel yang ditujukan untuk menghancurkan kelompok militan Syiah Lebanon, Hizbullah, telah menimbulkan dampak yang sangat parah. Menurut otoritas Lebanon, konflik ini telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang meluas, menggusur lebih dari satu juta penduduk, dan menewaskan sedikitnya 2.196 orang. Data korban ini mempertegas urgensi dari upaya penghentian permusuhan.

Pernyataan Resmi Presiden Donald Trump

"Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Joseph Aoun yang terhormat dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel," ujar Trump melalui platform Truth Social, seperti dilansir Al Jazeera. Ia menambahkan, "Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari."

Trump juga mengungkapkan bahwa pertemuan perwakilan Lebanon dan Israel di Washington pada hari Selasa pekan ini merupakan momen bersejarah. Ini adalah pertemuan tingkat tinggi pertama antara kedua pihak dalam kurun waktu 34 tahun terakhir.

Komitmen Amerika Serikat untuk Perdamaian Abadi

Presiden Amerika Serikat lebih lanjut menyatakan komitmennya untuk tidak hanya mengawal gencatan senjata ini, tetapi juga bekerja menuju perdamaian yang lebih permanen. "Saya telah mengarahkan Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Rubio, bersama dengan Ketua Kepala Staf Gabungan, Dan Razin' Caine, untuk bekerja sama dengan Israel dan Lebanon," tegas Trump.

Dia menambahkan bahwa kesepakatan dengan Lebanon dan Israel ini akan menjadi penyelesaian konflik ke-10 yang berhasil ia fasilitasi sejak terpilih kembali sebagai Presiden AS. "Merupakan kehormatan bagi saya untuk menyelesaikan 9 perang di seluruh dunia, dan ini akan menjadi yang ke-10, jadi mari kita selesaikan," pungkasnya dengan penuh keyakinan.

Dengan adanya gencatan senjata ini, diharapkan dapat tercipta ruang bagi dialog dan upaya diplomatik lebih lanjut guna meredakan ketegangan jangka panjang di kawasan tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga