Negosiator Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kemajuan positif dalam pembicaraan tidak langsung yang berlangsung di Doha, Qatar. Putaran perundingan berikutnya dijadwalkan setelah pemakaman pemimpin tertinggi Iran yang wafat, Ayatollah Ali Khamenei. Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari.
Kemajuan Negosiasi Iran-AS
Menurut Al Ansari, kemajuan tersebut dikaitkan dengan hasil pembicaraan sebelumnya di Swiss mengenai implementasi Nota Kesepahaman (MoU). Para mediator dari Qatar dan Pakistan telah menyelesaikan pertemuan terpisah dengan negosiator AS dan Iran di Doha. "Kemajuan positif dicapai pada isu-isu terkait Nota Kesepahaman Islamabad, berdasarkan hasil KTT Danau Lucerne," ujar Al Ansari, dilansir AFP, Kamis (2/7/2026).
Pembicaraan putaran selanjutnya diperkirakan akan digelar setelah proses pemakaman Ayatollah Khamenei. Iran sendiri bersiap menggelar pemakaman megah untuk pemimpin tertinggi yang wafat dalam serangan yang ditudingkan kepada AS dan Israel.
Iran Bersumpah Balas Kematian Khamenei
Badan keamanan tertinggi Iran, melalui Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Mohammad Baqer Zolqadr, mengeluarkan peringatan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas kematian Khamenei akan menghadapi pembalasan "pada waktu yang tepat". Zolqadr, yang diangkat pada 24 Maret setelah pendahulunya Ali Larijani tewas dalam serangan AS-Israel, menyatakan bahwa "kepalan tangan Pemimpin yang gugur pada saat wafatnya akan tetap menjadi simbol abadi doktrin keamanan nasional Iran." Pernyataan ini dilansir media Iran, Press TV.
Jerman Tuduh Ukraina Dalangi Ledakan Nord Stream
Dalam perkembangan lain, jaksa Jerman menuduh otoritas negara Ukraina berada di balik ledakan pipa gas Nord Stream pada tahun 2022. Ledakan di Laut Baltik itu menghancurkan tiga dari empat pipa dasar laut jalur energi utama Rusia ke Eropa, melepaskan metana dalam jumlah besar. Dalam dakwaan terhadap salah satu tersangka, jaksa Jerman menyatakan bahwa ia dan anggota militer Ukraina lainnya bertindak "atas perintah otoritas negara di Ukraina". Tuduhan ini mempersulit hubungan dekat antara Ukraina dan Jerman, pendukung militer utama Ukraina.
Serangan Rusia di Kyiv Tewaskan 13 Orang
Rentetan serangan rudal dan drone Rusia menewaskan sedikitnya 13 orang di ibu kota Ukraina, Kyiv. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi jumlah korban melalui media sosial, "Hingga saat ini, 13 kematian telah tercatat." Sebanyak 86 orang lainnya terluka. Serangan ini menghancurkan gedung-gedung apartemen di Kyiv dan terjadi beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Moskow sedang mempersiapkan "serangan besar-besaran".
Korban Perang Ukraina Tembus 2 Juta
Sebuah studi dari lembaga think tank Amerika Serikat, Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), mengungkapkan bahwa perang Rusia-Ukraina telah menyebabkan lebih dari dua juta korban di pihak militer, termasuk tewas, luka, dan hilang. Pasukan Rusia dilaporkan mengalami korban terbanyak. Studi yang diterbitkan pada Rabu (1/7) waktu setempat menyatakan, "Gabungan korban Rusia dan Ukraina telah melebihi 2 juta."



