Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, memberikan gambaran terbaru mengenai situasi di Korea Utara setelah menyelesaikan kunjungan selama lima hari ke kawasan Asia Timur Laut, termasuk ibu kota Korea Utara, Pyongyang. Dalam keterangan resminya kepada media Singapura pada Kamis (28/5/2026), Balakrishnan menyatakan bahwa Korea Utara saat ini belum menunjukkan kesiapan untuk membuka jalur komunikasi yang signifikan dengan Amerika Serikat maupun Korea Selatan.
Prioritas Kemandirian dan Pertahanan
Menurut Balakrishnan, Pyongyang lebih memilih untuk memperkuat kemandirian nasional dan kemampuan pertahanannya dibandingkan menjalin komunikasi dengan negara lain. Hal ini terlihat dari kebijakan yang diambil oleh pemerintah Korea Utara dalam beberapa waktu terakhir.
“Sebagai sahabat dari luar kawasan, kami hanya bisa menyampaikan bahwa menjaga jalur komunikasi tetap terbuka adalah ide yang baik. Namun pada akhirnya keputusan itu ada di tangan mereka sendiri,” ujar Balakrishnan, seperti dikutip dari Channel News Asia (CNA).
Kunjungan ke Asia Timur Laut
Kunjungan Balakrishnan ke Asia Timur Laut berlangsung selama lima hari dan mencakup pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi di Pyongyang. Selama di sana, ia mendiskusikan berbagai isu regional dan internasional, termasuk situasi di Semenanjung Korea.
Sebelumnya, Korea Utara juga telah melakukan uji peluncuran rudal multiguna baru yang diawasi langsung oleh pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. Langkah ini semakin menegaskan fokus Pyongyang pada pengembangan kemampuan militernya.
Meskipun demikian, Balakrishnan menekankan pentingnya komunikasi untuk mencegah kesalahpahaman dan meningkatkan stabilitas di kawasan. Namun, ia mengakui bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Korea Utara.



