Israel Tutup Akses ke Masjid Al-Aqsa, Liga Arab Kutuk dan Ingatkan Pelanggaran Hukum
Israel Tutup Akses Al-Aqsa, Liga Arab Ingatkan Pelanggaran

Israel Tutup Akses ke Masjid Al-Aqsa, Liga Arab Kutuk Keras Pelanggaran Hukum

Israel terus menutup akses ke Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadan, menghalangi jemaah Muslim untuk melaksanakan ibadah salat dan ritual keagamaan lainnya. Penutupan gerbang masjid telah berlangsung selama 16 hari, memicu kecaman keras dari Liga Arab.

Liga Arab Sebut Tindakan Israel Pelanggaran Status Quo

Dalam pernyataan resmi yang dilansir kantor berita Palestina, WAFA, dan media Turki, TRT World, pada Senin (16/3/2026), Liga Arab menyebut tindakan Israel sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap status quo yang sah dan historis yang ditetapkan sejak lama untuk Masjid Al-Aqsa. Liga Arab menegaskan bahwa langkah ini juga melanggar hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional.

Liga Arab mengingatkan bahwa Israel, sebagai kekuatan pendudukan, tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki sejak tahun 1967, termasuk kota Yerusalem dan situs-situs suci Islam dan Kristen di dalamnya. Wakaf Islam Yerusalem, di bawah otoritas Yordania, dinyatakan sebagai satu-satunya pengelola sah situs suci tersebut.

Seruan untuk Komunitas Internasional

Liga Arab memperingatkan bahwa tindakan Israel berisiko meningkatkan ketegangan dan menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan regional serta internasional. Mereka menyerukan kepada komunitas internasional, termasuk Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk mengambil posisi tegas yang memaksa Israel menghentikan pelanggaran dan praktik ilegal terhadap situs-situs suci di Yerusalem.

Dalam pernyataan pada Minggu (15/3), seperti dikutip WAFA, Liga Arab menegaskan, "Israel, sebagai kekuatan pendudukan, tidak berhak membatasi ibadah umat Muslim di kompleks tersebut." Mereka juga menyerukan pembukaan kembali semua gerbang Masjid Al-Aqsa bagi jemaah, penghapusan pembatasan akses warga Palestina ke Yerusalem, dan penghormatan terhadap kebebasan beribadah.

Latar Belakang dan Dampak

Pernyataan Liga Arab ini dirilis setelah Israel tetap menutup akses ke Masjid Al-Aqsa sejak dimulainya perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu. Saat ini, Israel hanya mengizinkan sekitar 50 jemaah untuk salat di Masjid Ibrahimi di Tepi Barat yang diduduki, memperburuk situasi bagi umat Muslim yang ingin beribadah selama Ramadan.

Liga Arab mendesak agar resolusi PBB yang relevan dipatuhi, menekankan pentingnya menjaga stabilitas di kawasan tersebut. Penutupan akses ini tidak hanya memengaruhi ibadah tetapi juga memperuncing konflik yang sudah berlangsung lama di Timur Tengah.