Iran Tolak Tawaran Trump Bertemu Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei
Iran Tolak Tawaran Trump Bertemu Khamenei

Pemerintah Iran secara tegas menolak kemungkinan pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Penolakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam sebuah wawancara dengan media Lebanon.

Pernyataan Trump Soal Pertemuan

Sebelumnya, Donald Trump menyatakan keterbukaannya untuk bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran. Dalam wawancara dengan New York Post, Trump mengatakan, "Ya, saya ingin bertemu dengannya," dan menambahkan bahwa pertemuan mungkin terjadi tergantung pada perkembangan situasi. Trump bahkan menyebut dirinya akan merasa "terhormat" jika dapat bertemu dengan Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Reaksi Keras Iran

Menlu Abbas Araghchi menanggapi pernyataan Trump dengan skeptis. Dalam wawancara dengan Al Mayadeen yang ditayangkan Kamis malam, ia mengatakan, "Saya pikir kita harus realistis dan berpikir serta hidup di dunia nyata." Araghchi menegaskan bahwa tawaran pertemuan tersebut tidak realistis mengingat ketegangan yang masih tinggi antara kedua negara.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Latar Belakang Ketegangan

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat semakin memanas setelah serangan yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, ayah dari pemimpin saat ini. Serangan tersebut memicu balasan Iran berupa serangan rudal dan drone terhadap Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk. Araghchi sendiri selamat dari serangan karena berada di sayap lain gedung saat kejadian.

Mojtaba Khamenei, yang kini menjabat sebagai pemimpin tertinggi, jarang tampil di publik sejak pengangkatannya. Menurut Araghchi, hal ini disebabkan oleh pertimbangan keamanan terkait perang yang sedang berlangsung. Gencatan senjata yang rapuh telah diberlakukan sejak 8 April, namun situasi masih belum stabil.

Sikap Iran Terhadap Negosiasi

Meskipun Trump menyatakan kesediaannya untuk bertemu jika kesepakatan tercapai, Iran tetap pada pendiriannya. Araghchi menekankan bahwa pemimpin tertinggi baru memiliki kendali penuh atas urusan negara dan kehadirannya yang efektif dalam pemerintahan. Iran tidak akan terburu-buru dalam mengambil langkah diplomatik tanpa jaminan yang jelas.

Penolakan ini menunjukkan bahwa hubungan Iran-AS masih jauh dari kata normal, dan pertemuan tingkat tinggi antara kedua pemimpin masih merupakan skenario yang sangat tidak mungkin dalam waktu dekat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga