Iran Tegaskan Tidak Ada Minat untuk Berdialog dengan Amerika Serikat
Teheran - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragchi, dengan tegas menyatakan bahwa negaranya tidak memiliki ketertarikan untuk melakukan dialog dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan sebagai bantahan terhadap klaim mantan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan bahwa Teheran sedang mencari kesepakatan untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung.
"Kami stabil dan cukup kuat. Kami hanya membela rakyat kami," kata Aragchi dalam wawancara dengan CBS News. Ia menegaskan bahwa Iran tidak melihat alasan untuk berbicara dengan Amerika, terutama mengingat pengalaman buruk di masa lalu ketika AS memutuskan untuk menyerang mereka.
"Tidak ada pengalaman baik dalam berbicara dengan Amerika," tambahnya, menekankan posisi Iran yang tetap kokoh di tengah ketegangan yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Konflik Timur Tengah Berdampak pada Jadwal Formula 1
Sementara itu, konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran telah memengaruhi dunia olahraga, khususnya ajang balap mobil Formula 1. Pengelola F1 telah memutuskan untuk membatalkan Grand Prix di Bahrain dan Arab Saudi karena situasi keamanan yang tidak menentu.
Grand Prix Bahrain yang seharusnya digelar pada 10-12 April dan Grand Prix Arab Saudi di akhir pekan berikutnya terpaksa dibatalkan. Meskipun kedua balapan tersebut masih satu bulan lagi, pengiriman barang ke wilayah tersebut harus dilakukan dalam waktu dekat, sehingga keputusan pembatalan diambil lebih awal.
Ibu kota Bahrain, Manama, telah menjadi sasaran serangan udara Iran, sementara Jeddah, kota tuan rumah Grand Prix Arab Saudi, dinilai berisiko tinggi. Dengan tidak adanya tanda-tanda konflik akan mereda, pembatalan ini menjadi langkah yang dianggap perlu untuk keselamatan semua pihak.
Vietnam Gelar Pemilu Parlemen dengan Dominasi Partai Komunis
Di sisi lain, Vietnam baru saja menyelenggarakan pemilihan anggota parlemen pada hari Minggu (15/03). Puluhan juta warga memberikan suara untuk memilih perwakilan dari daftar kandidat yang hampir seluruhnya diajukan oleh Partai Komunis.
Pemilihan lima tahunan ini merupakan bagian dari praktik demokrasi di negara satu partai tersebut, di mana posisi-posisi penting telah ditentukan oleh pejabat senior partai sebelum pemungutan suara. Data dari dewan pemilihan nasional menunjukkan bahwa hampir 93 persen dari 864 kandidat parlemen adalah anggota Partai Komunis, sementara 7,5 persen merupakan independen.
Partai Komunis yang telah memerintah Vietnam tanpa lawan selama beberapa dekade ini saat ini memegang 97 persen kursi di parlemen. Sebanyak 73,5 juta hingga 79 juta pemilih berpartisipasi dalam memilih 500 anggota Majelis Nasional serta perwakilan untuk dewan lokal.
Academy Awards Ke-98: One Battle After Another Sapu Bersih Penghargaan
Dalam dunia hiburan, Academy Awards ke-98 telah menobatkan film One Battle After Another sebagai pemenang besar dengan menyapu penghargaan Film Terbaik. Paul Thomas Anderson meraih Oscar pertamanya untuk Sutradara Terbaik dan Penulis Skenario Terbaik (Adaptasi Skenario).
Sean Penn berhasil mengalahkan Jacob Elordi untuk memenangkan Aktor Pendukung Terbaik, sementara Jessie Buckley, aktris film Hamnet, memenangkan penghargaan Aktris Utama Terbaik. Film One Battle After Another juga meraih Penyuntingan Film Terbaik, dan Cassandra Kulukundis memenangkan penghargaan Casting Terbaik perdana.
Di sisi lain, aktor Michael B Jordan dari film Sinners memenangkan Aktor Utama Terbaik, menjadikan malam penghargaan tersebut penuh dengan kejutan dan prestasi gemilang bagi para sineas.
