Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Kecuali untuk Musuh AS dan Israel
Iran: Selat Hormuz Terbuka, Kecuali untuk Musuh AS-Israel

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka untuk Lalu Lintas Global

Pemerintah Iran secara resmi menegaskan bahwa Selat Hormuz, jalur laut strategis yang vital bagi perdagangan minyak dunia, tetap dapat dilalui oleh berbagai negara. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Sabtu, 14 Maret 2026, dalam konteks ketegangan regional yang meningkat.

Pengecualian untuk Negara-Negara Musuh

Namun, Araghchi menekankan bahwa akses tersebut tidak berlaku bagi apa yang disebut sebagai "musuh-musuh" Iran, yang mencakup Amerika Serikat (AS), Israel, dan sekutu-sekutu mereka. Pernyataan ini muncul menyusul serangan udara AS terhadap fasilitas minyak di Pulau Kharg, yang telah memicu kekhawatiran atas stabilitas kawasan.

Dalam wawancara eksklusif dengan penyiar MS NOW, Araghchi mengklarifikasi bahwa Selat Hormuz tidak ditutup sepenuhnya. "Faktanya, Selat Hormuz tetap terbuka," ujarnya dengan tegas. Ia menambahkan bahwa Iran berkomitmen untuk menjaga keamanan jalur laut ini bagi lalu lintas internasional, sambil mempertahankan haknya untuk membatasi akses bagi pihak-pihak yang dianggap bermusuhan.

Implikasi Serangan AS di Pulau Kharg

Serangan udara AS di Pulau Kharg, yang terjadi beberapa hari sebelumnya, telah memperburuk hubungan antara Tehran dan Washington. Pulau Kharg merupakan pusat ekspor minyak Iran, dan serangan ini dipandang sebagai eskalasi dalam konflik yang telah berlangsung lama. Araghchi menegaskan bahwa Iran akan mengambil langkah-langkah tegas untuk melindungi kepentingan nasionalnya, termasuk dalam hal pengelolaan Selat Hormuz.

Selat Hormuz adalah salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, dengan sekitar sepertiga minyak mentah global melewatinya. Pernyataan Iran ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran pasar energi internasional, meskipun dengan catatan pengecualian bagi AS dan sekutunya. Analis menilai bahwa situasi ini dapat mempengaruhi dinamika geopolitik di Timur Tengah, dengan potensi dampak pada harga minyak dan keamanan maritim regional.