Iran Ingin Akhiri Perang dengan Bermartabat, Tegaskan Hak Nuklir Tak Boleh Dicabut
Iran Ingin Akhiri Perang dengan Bermartabat

Iran Ingin Akhiri Perang dengan Bermartabat, Tegaskan Hak Nuklir Tak Boleh Dicabut

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa negaranya berupaya untuk mengakhiri perang melawan Amerika Serikat dan Israel dengan bermartabat. Dalam pernyataannya yang dilaporkan oleh kantor berita ISNA dan dilansir Anadolu Agency, Pezeshkian menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump tidak memiliki hak untuk mencabut hak nuklir Teheran.

Pernyataan Tegas Pezeshkian

"Trump mengatakan bahwa Iran tidak seharusnya menggunakan hak nuklirnya, tetapi tidak menjelaskan kejahatan apa yang telah dilakukan Iran," kata Pezeshkian. Dia menambahkan, "Siapa dia sehingga berhak mencabut hak suatu bangsa?" Pernyataan ini disampaikan beberapa hari setelah Trump mengancam bahwa AS akan mengamankan uranium yang diperkaya milik Iran dengan cara-cara yang jauh lebih tidak ramah jika tidak tercapai kesepakatan antara kedua negara.

Lebih lanjut, Pezeshkian menyerukan agar bangsa Iran berdiri teguh melawan musuh yang haus darah dan brutal. Dia menegaskan bahwa Iran harus mengelola atmosfer saat ini sedemikian rupa sehingga tidak menggambarkan negara itu sebagai penghasut perang, karena mereka sedang membela diri. "Kami adalah pasifis dan apa yang kami lakukan adalah pembelaan diri yang sah," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Latar Belakang Konflik

Perang di kawasan Timur Tengah ini dimulai ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Perang yang meluas itu ditangguhkan sejak 8 April lalu, setelah gencatan senjata selama dua minggu disepakati AS dan Iran, dengan dimediasi Pakistan.

Namun, gencatan senjata itu rapuh dengan kedua negara saling melontarkan ancaman, yang membuat perundingan damai lanjutan gagal mencapai kesepakatan. Saat ini, upaya untuk menggelar putaran terbaru perundingan damai antara AS dan Iran di Islamabad sedang berlangsung, meskipun ketegangan masih tinggi.

Prinsip Kemanusiaan yang Ditekankan

Pezeshkian juga menekankan prinsip-prinsip kemanusiaan dalam pernyataannya. "Dari perspektif prinsip-prinsip kemanusiaan, setiap orang bebas, terlepas dari agama, kepercayaan, ras, atau etnisnya, untuk menikmati hak-haknya yang tidak dapat dicabut," katanya. Ini menunjukkan komitmen Iran untuk mempertahankan hak-hak dasarnya di tengah tekanan internasional.

Dia menegaskan bahwa Iran tidak berupaya mengobarkan perang, juga tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi inisiator konflik apa pun. Pernyataan ini bertujuan untuk meredam persepsi negatif terhadap Iran di panggung global, sambil menegaskan posisi defensif negara itu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga