Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan bahwa usulan memorandum kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat (AS) akan secara resmi mengakhiri konflik di semua front, termasuk Lebanon. Dokumen yang disebut Memorandum Kesepahaman Islamabad ini juga meletakkan dasar untuk negosiasi mengenai pencabutan sanksi, program nuklir, dan pengaturan keamanan regional.
Pernyataan Araghchi
Berbicara dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRIB, Araghchi menyatakan bahwa dokumen tersebut akan menandai berakhirnya perang secara resmi. "Berakhirnya perang akan diumumkan di semua front, termasuk Lebanon," katanya. Ia menambahkan bahwa usulan memorandum mencakup komitmen untuk tidak memulai perang, mengancam penggunaan kekerasan, atau mencampuri urusan internal masing-masing negara. Perjanjian ini juga mencakup komitmen bersama untuk menghormati kedaulatan. "Untuk pertama kalinya dalam 47 tahun, Amerika Serikat secara eksplisit menyatakan bahwa mereka menghormati kedaulatan Republik Islam Iran," ujar Araghchi.
Proses Negosiasi Dua Tahap
Menurut Araghchi, negosiasi akan berlangsung dalam dua fase. Fase pertama melibatkan penandatanganan nota kesepahaman, sedangkan fase kedua terdiri dari negosiasi mengenai kesepakatan akhir. Isu-isu terkait pencabutan sanksi, pengayaan uranium, persediaan uranium yang diperkaya Iran, dan dana rekonstruksi untuk Iran akan dibahas selama tahap kedua. Araghchi mengatakan putaran kedua negosiasi diperkirakan berlangsung selama 60 hari, meskipun periode tersebut dapat diperpanjang jika kedua belah pihak puas dengan kemajuan yang dicapai. Jika negosiasi gagal menghasilkan kesepakatan akhir, masing-masing pihak dapat kembali ke posisi sebelumnya.
Pengelolaan Selat Hormuz
Araghchi menegaskan bahwa pengelolaan Selat Hormuz di masa depan akan berubah sesuai rencana Iran. "Selat Hormuz berada di bawah kedaulatan Iran dan Oman," katanya, menambahkan bahwa Teheran dan Muscat akan segera mengeluarkan pernyataan bersama mengenai pengelolaan jalur air strategis tersebut. Iran sedang berkonsultasi dengan para mitra, termasuk China dan Oman, mengenai pengelolaan lalu lintas maritim melalui selat tersebut. "Pedang kami akan selalu tetap berada di atas Selat Hormuz," katanya, menambahkan bahwa Iran tidak akan mengenakan bea transit tetapi akan mengenakan biaya layanan.
Pencabutan Blokade dan Aset Dibekukan
Araghchi juga mengatakan blokade maritim yang dikenakan pada Iran harus sepenuhnya dicabut berdasarkan memorandum yang diusulkan. Semua aset Iran yang dibekukan akan dilepaskan dan tidak dapat diblokir lagi berdasarkan perjanjian tersebut.
Uranium yang Diperkaya
Ditanya tentang transfer uranium yang diperkaya, Araghchi mengatakan posisi Teheran tetap tidak berubah. "Posisi kami selalu bahwa jika uranium yang diperkaya tingkat tinggi akan ditangani, satu-satunya metode yang dapat diterima adalah pengenceran di dalam Iran," katanya. Ia menambahkan bahwa Iran sedang mencari bahasa dalam negosiasi yang akan mencerminkan pendekatan tersebut. Araghchi menekankan bahwa belum ada keputusan akhir yang dibuat mengenai tingkat pengayaan uranium atau persediaan uranium yang diperkaya Iran.
Tinjauan Internal dan Penandatanganan
Menteri Luar Negeri mengatakan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran telah melakukan pengawasan penuh terhadap negosiasi dan meninjau semua ketentuan draf memorandum. Terdapat perbedaan pendapat di antara para pejabat mengenai draf tersebut, tetapi keputusan akhir akan dibuat secara kolektif. Menurut Araghchi, memorandum tersebut kurang dari dua halaman dan telah dinegosiasikan kata demi kata. Perjanjian ini dapat ditandatangani dalam beberapa hari setelah tahap akhir negosiasi selesai. "Penandatanganan akan dilakukan secara digital dan jarak jauh," katanya. Araghchi menambahkan bahwa jika komitmen yang terkandung dalam memorandum tidak dilaksanakan oleh pihak lain, Iran tidak akan melanjutkan ke tahap kedua negosiasi.



