Iran Cemooh Tawaran Gencatan Senjata AS dari Trump, Sebut Hanya Negosiasi Diri Sendiri
Pemerintah Iran secara tegas menanggapi tawaran gencatan senjata yang diajukan oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah berkecamuk sejak akhir Februari lalu. Teheran dengan sinis mencemooh upaya Washington untuk mencapai kesepakatan damai, menyoroti ketidakpercayaan mendalam antara kedua negara yang berseteru.
Pernyataan Video Penuh Cemoohan
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya pada militer Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, dalam pernyataan video yang ditayangkan televisi pemerintah Iran pada Rabu (25/3/2026) waktu setempat, menegaskan bahwa AS hanya akan berunding dengan diri mereka sendiri. "Kekuatan strategis yang dulu Anda bicarakan, telah berubah menjadi kegagalan strategis," kata Zolfaghari dalam pernyataannya yang ditujukan langsung kepada Amerika Serikat.
Dia melanjutkan dengan nada mengejek, "Negara yang mengklaim sebagai negara adidaya global pasti sudah keluar dari kekacauan ini jika memang mampu. Jangan menyamarkan kekalahan Anda sebagai kesepakatan. Era janji-janji kosong Anda telah berakhir." Zolfaghari bahkan melontarkan pertanyaan retoris yang menusuk, "Apakah konflik internal Anda telah mencapai titik di mana Anda bernegosiasi dengan diri Anda sendiri?"
Rencana 15 Poin yang Dikirim Melalui Pakistan
Pernyataan keras dari juru bicara militer Iran itu dirilis tak lama setelah pemerintahan Trump mengirimkan rencana gencatan senjata berisi 15 poin kepada Teheran, dengan Pakistan bertindak sebagai perantara. Islamabad disebut telah menawarkan diri sebagai tuan rumah untuk negosiasi ulang antara Washington dan Teheran, meskipun isi detail dari proposal tersebut belum diungkapkan secara publik.
Zolfaghari menegaskan posisi Iran yang tak tergoyahkan, "Kata pertama dan terakhir kami masih sama sejak hari pertama, dan akan tetap seperti itu: Orang seperti kami tidak akan pernah berdamai dengan orang seperti Anda. Tidak sekarang, tidak akan pernah." Pernyataan ini menggarisbawahi sikap keras Teheran yang menolak kompromi dengan musuh bebuyutannya.
Laporan Media Mengungkap Detail Proposal
Informasi mengenai tawaran gencatan senjata ini pertama kali diungkap oleh media terkemuka AS, New York Times, yang mengutip dua pejabat Washington yang mengetahui garis besar proposal tersebut. Menurut laporan, AS mengupayakan gencatan senjata selama satu bulan penuh untuk membahas rencana 15 poin yang diajukan.
Laporan dari televisi Israel, Channel 12, yang mengutip tiga sumber, menyebutkan bahwa proposal AS mencakup beberapa syarat krusial. Poin-poin tersebut meliputi pembongkaran program nuklir Iran, penghentian dukungan untuk kelompok proxy di kawasan, serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang vital bagi lalu lintas minyak global.
Meskipun tawaran ini diajukan dengan harapan meredakan ketegangan, tanggapan Iran menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih sangat panjang dan dipenuhi dengan kecurigaan. Konflik yang telah berlangsung selama hampir sebulan ini terus menjadi sorotan dunia, dengan kedua belah pihak mempertahankan posisi yang sulit didamaikan.



