Iran Umumkan Pembukaan Penuh Selat Hormuz untuk Lalu Lintas Kapal Dagang
Pemerintah Iran secara resmi menyatakan telah membuka Selat Hormuz secara penuh, sehingga dapat dilewati oleh semua kapal dagang. Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menegaskan bahwa pembukaan selat strategis ini dilakukan seiring dengan berlakunya gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.
Gencatan Senjata sebagai Landasan Pembukaan
Sebagai informasi, gencatan senjata antara Lebanon dan Israel telah berlaku selama 10 hari, dimulai sejak 17 April 2026 dini hari. Araghchi menjelaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz terkait langsung dengan situasi perdamaian sementara di kawasan tersebut.
"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur pelayaran bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa masa gencatan senjata," kata Araghchi, seperti dikutip dari NBC News pada Jumat, 17 Juni 2026.
Koordinasi dengan Otoritas Maritim Iran
Pembukaan ini dilakukan melalui rute yang telah dikoordinasikan secara resmi, sebagaimana diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran. Langkah ini menandai akses yang lebih lancar bagi kapal-kapal komersial yang melintasi selat yang menjadi jalur vital perdagangan minyak global.
Dengan pembukaan penuh ini, diharapkan lalu lintas perdagangan maritim dapat berjalan lebih efisien dan aman selama periode gencatan senjata. Iran menekankan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari upaya mendukung stabilitas kawasan di tengah ketegangan yang terjadi.
Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu titik strategis di dunia, dengan sekitar sepertiga perdagangan minyak global melewatinya. Pembukaan ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi dan keamanan maritim di Timur Tengah.



