Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Korea Selatan. Hal ini disampaikan dalam pertemuan diplomasi kebangsaan di National Assembly of South Korea bersama Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan, Lee Hack-young, anggota parlemen, serta Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Korea Selatan untuk Indonesia.
Peran Penting Indonesia di Kancah Global
Ibas menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peran penting sebagai anggota G20 dan APEC dalam mendorong demokrasi, ekonomi hijau, serta perdamaian dunia. Ia menekankan kesinambungan hubungan bilateral di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lee Jae-myung membuka peluang besar bagi penguatan kemitraan strategis kedua negara.
Hubungan yang Telah Terjalin Lebih dari Lima Dekade
Ibas menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Korea Selatan telah terjalin lebih dari lima dekade, dibangun atas dasar saling menghormati, kepercayaan, dan nilai bersama. Sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kerja sama kedua negara terus berkembang di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, hingga pertahanan.
Keunggulan Saling Melengkapi
Lebih lanjut, Ibas menyoroti bahwa Indonesia dan Korea Selatan memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Indonesia dengan kekuatan sumber daya alam, bonus demografi, serta keberagaman budaya, sementara Korea Selatan unggul dalam teknologi, inovasi, dan pengaruh budaya global atau Hallyu. Hubungan kedua negara tidak hanya terbatas pada kerja sama antar pemerintah, tetapi juga mencakup hubungan bisnis, parlemen, serta hubungan antar masyarakat.
Dorongan Penguatan Kerja Sama Ekonomi
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan, Lee Hack Young, menyampaikan apresiasi atas peran aktif Ibas dalam mempererat hubungan kedua negara melalui diplomasi parlemen. Ia menegaskan bahwa Indonesia dan Korea Selatan telah membangun kerja sama erat di berbagai bidang selama lebih dari lima dekade, serta menyambut baik peningkatan status hubungan menjadi kemitraan strategis komprehensif.
Target Peningkatan Volume Perdagangan
Lee mendorong penguatan kerja sama ekonomi melalui Indonesia-Korea CEPA (IK-CEPA), dengan target peningkatan volume perdagangan dari sekitar 20 miliar dolar AS menjadi lebih dari 30 miliar dolar AS di masa mendatang. Selain itu, ia juga mengapresiasi peran Indonesia sebagai pemimpin di ASEAN dan mitra strategis Korea Selatan, termasuk dalam mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea.
Kerja Sama di Berbagai Sektor
Lee berharap kerja sama di sektor energi, industri, teknologi tinggi, serta investasi dapat terus ditingkatkan, dengan dukungan terhadap kelancaran operasional perusahaan Korea di Indonesia. Sementara itu, Ketua Persahabatan Parlemen Korea–Indonesia, Kim Gihyeon, menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Korea akan semakin mendalam seiring berjalannya waktu dan terbuka peluang kerja sama di lebih banyak bidang. Ia berbagi pengalaman kunjungannya ke Indonesia pada bulan Maret lalu, di mana diharapkan adanya dukungan lebih besar bagi para pengusaha Korea yang telah dan akan berinvestasi di Indonesia.



