Hamas Kirim Surat Rahasia ke Pemimpin Iran, Ungkap Dukungan Tersembunyi
Kelompok Hamas dilaporkan telah mengirimkan surat rahasia kepada pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, di tengah situasi perang antara Teheran melawan Amerika Serikat dan Israel. Surat ini mengisyaratkan potensi dukungan penuh dari Hamas untuk Iran dalam konfrontasi yang semakin meningkat dengan Washington dan Tel Aviv.
Dua Surat dengan Pesan Berbeda
Menurut laporan media Israel KAN News yang dikutip oleh The Times of India dan Jerusalem Post, sebenarnya ada dua surat yang dikirimkan oleh Hamas kepada kepemimpinan Iran. Satu surat bersifat publik dan bernada diplomatis, sedangkan satu surat lainnya bersifat rahasia dan menunjukkan wajah Hamas yang kurang diplomatis.
Dalam surat publiknya, Hamas menegaskan hak Iran untuk merespons agresi dengan segala cara yang tersedia sesuai norma dan hukum internasional. Namun, kelompok ini juga menyerukan kepada Iran untuk tidak menargetkan negara-negara tetangga di kawasan Teluk.
Isi Surat Rahasia yang Mengejutkan
Surat rahasia dari Hamas justru mengandung pesan yang sangat berbeda. Hamas mendorong pemimpin tertinggi Iran untuk "mengaktifkan semua front" di seluruh kawasan Timur Tengah. Kelompok ini juga menyerukan aksi terkoordinasi oleh kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran di Lebanon, Irak, dan Yaman, dengan tujuan meningkatkan tekanan terhadap Israel.
"Gerakan Hamas hari ini berdiri teguh dengan seluruh kekuatannya di belakang kepemimpinan bijaksana Anda dalam menghadapi anarki 'Zionis-Amerika'," tulis Hamas dalam surat rahasia kepada Mojtaba Khamenei.
Strategi Penyatuan Arena dan Kritik Terang-terangan
Pesan Hamas dalam surat rahasianya juga menyatakan kesetiaan dan dukungan tak tergoyahkan kepada kepemimpinan Iran. Surat ini menekankan strategi "penyatuan arena", yang diduga merujuk pada koordinasi berbagai front untuk melawan Israel secara bersamaan.
"Kita akan meraih kemenangan selanjutnya di bawah kepemimpinan Anda," kata Hamas dalam suratnya kepada pemimpin tertinggi Iran.
Tidak hanya itu, dalam surat rahasianya, Hamas juga mengkritik negara-negara Arab yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel. Hamas menyebut kubu normalisasi sebagai "kubu yang kalah".
"Mereka bahkan tidak berani melindungi orang-orang yang berlindung di pangkalan mereka," sindir Hamas dalam suratnya, seolah-olah mengejek negara-negara Teluk, di mana tentara-tentara AS tewas akibat serangan rudal Iran membalas gempuran Washington dan Tel Aviv.
Penolakan Terhadap Tuntutan Amerika Serikat
Lebih lanjut, surat rahasia itu menegaskan bahwa Hamas tidak akan menyerahkan senjatanya dalam situasi apa pun. Penegasan ini secara tegas menolak tuntutan yang diajukan berulang kali oleh Amerika Serikat selama negosiasi gencatan senjata di Gaza.
Surat rahasia ini menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pesan publik dan komunikasi rahasia Hamas dengan Iran. Sementara di depan umum Hamas tampak lebih moderat dengan menyerukan pembatasan target serangan Iran, secara rahasia mereka justru memberikan dukungan penuh dan mendorong eskalasi konflik.
