Gencatan Senjata Paskah Ortodoks Rusia-Ukraina Langsung Dilanggar dengan Ratusan Insiden
Gencatan Senjata Paskah Ortodoks Rusia-Ukraina Dilanggar

Gencatan Senjata Paskah Ortodoks Rusia-Ukraina Langsung Dilanggar dengan Ratusan Insiden

Kyiv - Rusia dan Ukraina telah menyepakati gencatan senjata selama 32 jam untuk memperingati Paskah Ortodoks. Namun, kesepakatan itu langsung diwarnai pelanggaran, dengan Ukraina menuduh Rusia melakukan hampir 470 insiden militer dalam waktu singkat.

Pelanggaran Gencatan Senjata yang Masif

Dilansir dari AFP pada Minggu (12/4/2026), Komando Militer Ukraina melaporkan bahwa Rusia berulang kali melanggar gencatan senjata yang seharusnya berlangsung dari Sabtu (11/4) hingga Minggu (12/4). Hampir 470 insiden tercatat, meliputi serangan udara, penembakan artileri, dan operasi pesawat tak berawak. Secara rinci, Ukraina menyebut ada 22 aksi penyerangan, 153 serangan penembakan, 19 serangan oleh drone, dan 275 serangan oleh drone FPV.

Militer Ukraina mengungkapkan bahwa totalnya, Rusia telah melakukan 57 serangan udara, menjatuhkan 182 bom udara berpemandu, serta mengerahkan 3.928 drone dan melancarkan 2.454 serangan artileri di daerah berpenduduk dan posisi pasukan mereka. Pelanggaran ini terjadi meski kedua pihak sebelumnya sepakat untuk mematuhi gencatan senjata, yang diusulkan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan kemudian diperintahkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Klaim Balik dari Rusia dan Kondisi di Lapangan

Di sisi lain, Rusia juga menuduh Ukraina melanggar gencatan senjata. Gubernur Alexander Khinshtein dari wilayah Kursk, yang berbatasan dengan Ukraina, melaporkan serangan drone oleh Kyiv terhadap sebuah SPBU di kota Lgov, yang menyebabkan tiga orang terluka, termasuk seorang bayi. Insiden ini memperlihatkan bahwa ketegangan tetap tinggi di garis depan.

Warga di Kharkiv, kota dekat perbatasan Rusia yang sering menjadi sasaran serangan, menyatakan skeptisisme terhadap gencatan senjata. Oleg Polyskin (65) berharap, "Ini tidak akan berlangsung lama, hanya satu setengah hari, jadi mungkin akan bertahan. Tetapi bahkan jika Anda pergi ke gereja, tidak ada jaminan 100 persen bahwa semuanya akan damai. Anda tidak boleh mempercayai Putin dan pemerintahannya." Sementara itu, Sofiia Liapina (16) menambahkan, "Akan menyenangkan jika tidak terjadi apa pun malam ini dan tenang, tanpa peringatan serangan udara. Tetapi kita tidak bisa tahu, karena tetangga kita tidak bisa dipercaya."

Serangan Sebelum dan Setelah Gencatan Senjata

Beberapa jam sebelum gencatan senjata dimulai, Rusia dilaporkan meluncurkan setidaknya 160 drone ke Ukraina, menewaskan empat orang dan melukai puluhan lainnya di timur dan selatan negara itu. Sebaliknya, gelombang drone Ukraina memicu kebakaran di depot minyak dan merusak gedung apartemen di wilayah Krasnodar, Rusia selatan.

Meski ada pelanggaran, kedua pihak masih melakukan pertukaran 175 tawanan perang pada hari Sabtu, menunjukkan upaya kemanusiaan di tengah konflik. Namun, perundingan yang dipimpin AS untuk mengakhiri konflik empat tahun ini terhenti dalam beberapa pekan terakhir, sebagian karena perang di Timur Tengah dan perbedaan pendapat mengenai masalah wilayah.

Prospek Perdamaian yang Suram

Ukraina telah mengusulkan pembekuan konflik di sepanjang garis depan saat ini, tetapi Rusia menolak dengan tuntutan agar Ukraina menyerahkan semua wilayah di Donetsk yang saat ini dikuasainya. Tuntutan ini dianggap tidak dapat diterima oleh Kyiv. Gencatan senjata untuk Paskah Ortodoks tahun lalu juga diwarnai ratusan pelanggaran oleh kedua belah pihak, mengindikasikan pola yang berulang dalam konflik ini.

Dalam pidatonya, Zelensky menyerukan gencatan senjata yang lebih lama dan menegaskan, "Kami telah mengajukan proposal ini kepada Rusia, dan jika Rusia sekali lagi memilih perang daripada perdamaian, ini akan sekali lagi menunjukkan kepada dunia, dan kepada Amerika Serikat, siapa yang sebenarnya menginginkan apa." Pernyataan ini menyoroti kompleksitas upaya perdamaian di tengah eskalasi militer yang terus berlanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga