Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, dilaporkan tidak mendapatkan akses untuk mengikuti prosesi penghormatan terakhir bagi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Insiden ini terjadi di tengah upaya Indonesia untuk memberikan penghormatan resmi kepada pemimpin yang telah berpulang tersebut.
Penunjukan Dubes RI sebagai Wakil Resmi
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia telah menunjuk Dubes RI di Teheran sebagai wakil resmi Indonesia dalam rangkaian penghormatan dan pemakaman Ali Khamenei. "Pemerintah RI telah menyampaikan bahwa Indonesia akan diwakili oleh Duta Besar RI di Tehran," kata Yvonne, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Yvonne, Rolliansyah menghadiri acara penghormatan dan doa bersama bagi jenazah Ali Khamenei yang disemayamkan di Grand Mosalla, Teheran, pada Sabtu (4/7/2026) pagi waktu setempat. Namun, dalam perkembangannya, Dubes RI dilaporkan tidak diberikan akses untuk mengikuti prosesi tersebut.
Kronologi Kejadian
Informasi mengenai penolakan akses ini diperoleh dari sumber diplomatik yang dekat dengan situasi di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kedutaan Besar RI di Teheran maupun Kementerian Luar Negeri RI mengenai penyebab pasti tidak diizinkannya Dubes Rolliansyah mengikuti prosesi.
Ayatollah Ali Khamenei, yang telah memimpin Iran selama beberapa dekade, meninggal dunia pada awal Juli 2026. Pemakamannya dihadiri oleh puluhan ribu pelayat dan sejumlah perwakilan negara sahabat. Indonesia, sebagai negara dengan hubungan diplomatik yang baik dengan Iran, mengirimkan perwakilan resmi untuk memberikan penghormatan terakhir.
Dampak Diplomatik
Insiden ini berpotensi menimbulkan ketegangan diplomatik antara Indonesia dan Iran. Pengamat hubungan internasional menilai bahwa penolakan akses terhadap seorang duta besar yang telah ditunjuk secara resmi merupakan tindakan yang tidak biasa dalam protokol diplomatik. "Ini bisa menjadi sinyal adanya masalah komunikasi atau bahkan ketidakpuasan dari pihak Iran terhadap Indonesia," ujar seorang pengamat yang enggan disebutkan namanya.
Pemerintah Indonesia melalui Kemlu masih terus berupaya untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak Iran. Sementara itu, masyarakat Indonesia di Iran diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari perwakilan diplomatik RI.



