Komisi I DPR Minta Pemerintah Lobi Iran Izinkan Kapal RI Lewat Selat Hormuz
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyambut baik sinyal positif dari pemerintah Iran terkait perlintasan dua kapal milik Pertamina di Selat Hormuz. Namun, Dave mengingatkan agar pemerintah tidak terlena dengan keberhasilan awal ini dan terus memperkuat strategi diplomasi.
"Keberhasilan diplomasi ini menjadi bukti bahwa komunikasi aktif dan konstruktif dengan Iran dapat menghasilkan solusi nyata bagi kepentingan nasional. Namun, Indonesia tidak boleh berhenti pada satu capaian saja," kata Dave saat dihubungi pada Senin (30/3/2026).
Latar Belakang Penutupan Selat Hormuz
Selat Hormuz hampir sepenuhnya ditutup oleh Iran sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut pada 28 Februari lalu. Penutupan ini telah mengacaukan pasar energi global dan menyebabkan ratusan kapal tanker serta kapal-kapal lainnya, termasuk kapal-kapal Indonesia, terjebak di perairan strategis tersebut.
Dave menekankan bahwa pemerintah harus menyiapkan strategi berlapis untuk memastikan pasokan energi dan bahan bakar tetap tersedia. Dia juga menggarisbawahi pentingnya diversifikasi pasokan energi sebagai langkah antisipatif.
Pentingnya Diversifikasi Energi
"Diversifikasi pasokan energi tetap harus diprioritaskan, sehingga kita memiliki jaminan ketersediaan bahan bakar dalam berbagai situasi. Dengan strategi yang berlapis, kita bukan hanya mampu mengatasi tantangan saat ini, tetapi juga memperkuat ketahanan energi bangsa di masa depan," jelasnya.
Selain itu, Dave mendorong pemerintah untuk mengedepankan diplomasi yang tegas namun bersahabat, dengan tetap berorientasi pada kepentingan nasional. Dia juga menekankan perlunya kerjasama bilateral yang tepat untuk menjaga stabilitas negara.
Koordinasi Pemerintah dan Persiapan Teknis
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa pemerintah Iran telah memberikan sinyal positif untuk perlintasan dua kapal Pertamina di Selat Hormuz. Dua kapal tersebut bersiap untuk melintas setelah tertahan akibat konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
"Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Tehran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Tehran, Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz," kata jubir Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangannya pada Sabtu (28/3).
Yvonne menambahkan bahwa pihak Pertamina sedang menyiapkan kebutuhan teknis agar kapalnya dapat segera melintas Selat Hormuz setelah mendapatkan izin dari pemerintah Iran.
"Diperlukan kesiapan teknis oleh pihak Pertamina, termasuk perlindungan asuransi dan kesiapan kru kapal, sebelum ditindaklanjutinya tanggapan positif dari pemerintah Iran tersebut," ucapnya.
Dia memastikan bahwa Kemlu RI dan KBRI Tehran akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait dalam upaya memastikan pelintasan secara aman kapal milik Pertamina di Selat Hormuz.
Pesan Optimisme dan Ketahanan Nasional
Dave Laksono menutup dengan pesan optimisme, menegaskan bahwa melalui kerja sama dan strategi yang tepat, Indonesia mampu menghadapi tantangan global dengan penuh keyakinan.
"Optimisme ini harus menjadi pegangan kita bahwa melalui kerja sama dan strategi yang tepat, Indonesia mampu menghadapi tantangan global dengan penuh keyakinan dan semangat yang kuat," imbuhnya.



