China Bantah Keras Tuduhan Trump soal Kapal Kargo Iran Hadiah dari China
China Bantah Tuduhan Trump soal Kapal Kargo Iran

Kementerian Luar Negeri China membantah keras tuduhan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa kapal kargo berbendera Iran yang dicegat pasukan AS merupakan "hadiah dari China". Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki dasar faktual.

Kronologi Penyitaan Kapal

Washington mengatakan pasukannya menembaki dan menyita sebuah kapal kargo Iran yang dituduh berupaya menghindari blokade yang diberlakukan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran. Kapal kontainer Touska, yang berbendera Iran, dinaiki dan disita oleh pasukan AS pada Minggu (19/4) waktu setempat. Menurut sumber keamanan maritim, kapal kargo itu kemungkinan mengangkut barang-barang yang dianggap Washington sebagai barang dual-use yang dapat digunakan oleh militer.

Reaksi Iran

Militer Iran, dalam pernyataannya, menyebut kapal tersebut berlayar dari China dan bersumpah akan membalas apa yang disebutnya sebagai "pembajakan bersenjata oleh militer AS". Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeed Iravani, secara resmi meminta PBB untuk memaksa AS membebaskan kapal kargo itu beserta awak kapalnya segera dan tanpa syarat. Dalam surat kepada Sekjen PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan PBB, Iravani menyebut aksi AS sebagai pelanggaran internasional yang terus dilakukan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pernyataan Trump

Trump, saat berbicara kepada media CNBC pada Selasa (21/4), mengatakan bahwa kapal yang dicegat AS itu "memiliki beberapa barang di dalamnya, yang tidak terlalu bagus. Hadiah dari China mungkin, saya tidak tahu". Pernyataan ini langsung menuai bantahan keras dari China.

Bantahan China

Kementerian Luar Negeri China, seperti dilansir Reuters pada Jumat (24/4/2026), menolak keras komentar Trump tersebut. "China menentang setiap tuduhan dan asosiasi yang tidak memiliki dasar faktual," kata Guo Jiakun kepada wartawan di Beijing. "Hubungan perdagangan internasional normal antar negara tidak boleh diganggu dan dirusak," ucapnya mengingatkan. China menegaskan bahwa hubungan perdagangan normal dengan Iran tidak boleh dikaitkan dengan insiden ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga