AS Klaim Tangkap Dua Anggota Keluarga Qassem Soleimani, Iran Bantah
AS Tangkap Keluarga Soleimani, Iran Bantah Klaim

AS Klaim Tangkap Dua Anggota Keluarga Qassem Soleimani, Iran Membantah Keras

Amerika Serikat (AS) menyatakan telah menangkap dua anggota keluarga mendiang jenderal Iran Qassem Soleimani setelah izin tinggal mereka dicabut. Departemen Luar Negeri AS mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut dilaksanakan pada Sabtu malam (4/4/2026).

Klaim Penangkapan oleh Pemerintah Amerika Serikat

Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari AFP, Departemen Luar Negeri AS menjelaskan, "Semalam, keponakan dan keponakan buyut dari mendiang Mayor Jenderal Korps Garda Revolusi Iran Qassem Soleimani ditangkap oleh agen federal setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio mencabut status penduduk tetap sah (LPR) mereka." Kedua individu yang ditangkap diidentifikasi sebagai Hamideh Soleimani Afshar, keponakan Soleimani, dan putrinya yang namanya tidak disebutkan. Saat ini, keduanya berada dalam tahanan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).

Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa Soleimani Afshar merupakan pendukung vokal rezim totaliter dan teroris di Iran. Ia dituduh telah memuji Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan mengecam Amerika sebagai 'Setan Besar'. Selain itu, suami Soleimani Afshar juga dilarang masuk ke Amerika Serikat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Bantahan Keras dari Pihak Iran

Di sisi lain, media Iran mengutip pernyataan dua putri Soleimani yang membantah klaim AS. Zeinab Soleimani menyatakan kepada kantor berita Fars, "Klaim Departemen Luar Negeri AS adalah kebohongan: orang-orang yang ditangkap di Amerika Serikat tidak memiliki hubungan dengan keluarga." Sementara itu, Narjes Soleimani, anggota Dewan Kota Islam Teheran, mengatakan kepada televisi pemerintah Iran, "Hingga hari ini, tidak ada anggota keluarga maupun kerabat Syahid Soleimani yang tinggal di Amerika Serikat." Departemen Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi dari AFP.

Latar Belakang dan Tindakan Tambahan

Qassem Soleimani, yang memimpin sayap operasi luar negeri Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad, Irak, pada Januari 2020. Insiden ini terjadi pada tahun terakhir masa jabatan pertama Presiden Donald Trump.

Selain kasus keluarga Soleimani, AS juga mencabut status hukum putri dan menantu dari pejabat Iran lainnya, Ali Larijani, yang tewas dalam serangan Israel pada 17 Maret. Keduanya tidak lagi berada di Amerika Serikat dan dilarang masuk di masa depan. Larijani sebelumnya menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan dalam unggahan di X, "Pemerintahan Trump tidak akan membiarkan negara kita menjadi rumah bagi warga negara asing yang mendukung rezim teroris anti-Amerika." Pernyataan ini mencerminkan kebijakan keras AS terhadap individu yang dianggap terkait dengan rezim Iran.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga