AS Desak Jaminan Keamanan Selat Hormuz
Pemerintah Amerika Serikat secara resmi meminta Iran untuk memberikan jaminan publik bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran internasional. Selain itu, AS juga mendesak Iran untuk menghentikan serangan terhadap kapal-kapal komersial di kawasan tersebut. Tuntutan ini akan menjadi agenda utama dalam perundingan bilateral antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Oman pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Pengakuan Tertutup Iran
Menurut laporan sejumlah media AS yang mengutip pejabat anonim, Iran secara tertutup telah mengakui kepada penasihat Presiden AS Donald Trump bahwa serangan terhadap kapal-kapal komersial merupakan sebuah kesalahan. Namun, Iran menyalahkan kelompok internal garis keras yang bertindak di luar kendali pemerintah atas terjadinya serangan tersebut.
Langkah ini menunjukkan adanya pergeseran sikap dari Teheran yang sebelumnya kerap membantah keterlibatan dalam insiden di Selat Hormuz. Meski demikian, pengakuan tersebut belum diungkapkan secara terbuka ke publik.
Perundingan di Oman
Pertemuan di Oman diharapkan menjadi momentum untuk meredakan ketegangan yang meningkat di kawasan Teluk Persia. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Gangguan keamanan di selat ini dapat berdampak langsung pada harga energi global dan stabilitas ekonomi dunia.
AS menekankan bahwa kebebasan navigasi di Selat Hormuz adalah kepentingan internasional yang tidak bisa ditawar. Pemerintah Trump telah meningkatkan tekanan diplomatik dan militer terhadap Iran dalam beberapa bulan terakhir untuk mengamankan jalur pelayaran tersebut.
Reaksi Internasional
Komunitas internasional menyambut baik rencana perundingan ini. Beberapa negara, termasuk sekutu AS di kawasan, berharap dialog dapat mengurangi risiko konflik bersenjata. Namun, masih ada skeptisisme mengenai komitmen Iran untuk mengubah kebijakannya, terutama mengingat pengaruh kelompok garis keras di dalam negeri.
Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran mengenai agenda perundingan tersebut. Para analis memperkirakan bahwa Iran akan berusaha mendapatkan konsesi dari AS, seperti keringanan sanksi, sebagai imbalan atas jaminan keamanan di Selat Hormuz.



