11 Fakta Serangan AS dan Israel ke Iran di Bulan Ramadan, Teheran Berasap
AS dan Israel Serang Iran Saat Ramadan, 11 Fakta Terungkap

11 Fakta Lengkap Serangan AS dan Israel ke Iran di Bulan Ramadan

Kepulan asap tebal mengepul di langit Teheran, Iran, pada Sabtu (28 Februari 2026) waktu setempat. Insiden ini terjadi setelah Israel melancarkan serangan udara yang kemudian diikuti oleh Amerika Serikat (AS). Serangan yang berlangsung di bulan suci Ramadan ini memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.

Ledakan dan Asap di Langit Teheran

Dua ledakan keras disusul kepulan asap tebal terlihat di wilayah pusat dan timur ibu kota Iran, Teheran, pada Sabtu pagi. Kantor berita Iran, Fars, melaporkan bahwa ledakan tersebut dipicu oleh serangan rudal. "Jenis ledakan tersebut menunjukkan bahwa ini merupakan serangan rudal," sebut laporan Fars, meski tanpa rincian lebih lanjut.

Serangan AS disebut terkoordinasi dengan Israel, menyusul pengumuman Tel Aviv mengenai "serangan pendahuluan" terhadap Iran. Berikut adalah fakta-fakta penting yang terungkap seputar insiden ini.

1. Israel Tetapkan Keadaan Darurat Nasional

Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan bahwa pasukan militernya telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran. Otoritas Israel langsung menetapkan keadaan darurat di seluruh wilayah negara tersebut. Sirene peringatan berbunyi di Yerusalem dan berbagai area, dengan ancaman yang digambarkan "sangat serius".

"Negara Israel telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran," tegas pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Israel. Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menetapkan keadaan darurat khusus yang berlaku segera di seluruh negeri.

2. Penutupan Wilayah Udara Israel

Menyusul perkembangan keamanan, Israel menutup wilayah udaranya untuk penerbangan sipil. Menteri Transportasi Israel, Miri Regev, memerintahkan Direktur Otoritas Penerbangan Sipil Israel untuk mengambil langkah tersebut. Penutupan ini diberlakukan sebagai bagian dari langkah pencegahan pasca serangan terhadap Iran.

3. AS Ikut Melancarkan Serangan Terkoordinasi

Amerika Serikat mulai melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu waktu setempat, dalam operasi yang terkoordinasi dengan Israel. Media AS melaporkan, dengan mengutip pejabat Washington, bahwa serangan AS "bukan serangan kecil" dan difokuskan pada target-target militer di wilayah Iran.

Seorang pejabat AS yang dikutip CNN menolak memberikan rincian lebih lanjut dengan alasan operasi militer masih berlangsung. Serangan ini menandai eskalasi signifikan dalam ketegangan antara Washington dan Teheran.

4. Iran Tutup Wilayah Udara Seluruh Negeri

Otoritas Iran mengumumkan penutupan wilayah udara seluruh negeri hingga pemberitahuan lebih lanjut. Keputusan ini diambil beberapa saat setelah rentetan ledakan terdengar di Teheran dan wilayah lainnya. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi serangan udara Israel, menyebutnya sebagai "agresi udara oleh rezim Zionis".

Kantor berita Fars melaporkan bahwa tujuh rudal menghantam distrik Keshvardoost dan Pasteur di Teheran, yang merupakan lokasi kediaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

5. Pernyataan Presiden AS Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan serangan militer terhadap Iran melalui pernyataan video. Trump menyebut serangan AS sebagai operasi "besar-besaran dan berkelanjutan" untuk menghancurkan rudal dan angkatan laut Iran.

"Militer Amerika Serikat sedang melancarkan operasi besar-besaran dan berkelanjutan untuk mencegah kediktatoran radikal yang sangat jahat ini dari mengancam Amerika dan kepentingan keamanan nasional inti kita," ucap Trump. Dia menegaskan bahwa Iran telah berupaya membangun kembali program nuklirnya setelah dibombardir pada Juni tahun sebelumnya.

6. Kecaman Keras dari Kedubes Iran di Indonesia

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengecam keras serangan AS dan Israel terhadap Teheran serta sejumlah kota lain. Kedubes Iran menilai serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan dan integritas teritorial Iran.

Iran menegaskan memiliki hak untuk membela diri sesuai hukum internasional dan mendesak Dewan Keamanan PBB segera mengambil langkah. "Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya dalam rangka mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional," tegas pernyataan resmi Kedubes Iran di RI.

7. Lima Kota di Iran Terdampak Serangan

Serangan udara Israel dan AS berdampak pada lima kota di Iran. Selain Teheran, ledakan juga terdengar di kota Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah. Kantor berita Fars melaporkan beberapa rudal menghantam Jalan Universitas dan kawasan Republik di Teheran.

Kantor Berita Republik Islam Iran melaporkan asap terlihat di pusat kota Teheran sesaat terjadi ledakan. Situasi di kota-kota tersebut dilaporkan masih tegang dengan peningkatan aktivitas militer.

8. Iran Balas Tembakkan Rudal ke Israel

Militer Israel mendeteksi sejumlah rudal yang diluncurkan dari Iran ke wilayahnya pada Sabtu, menyusul serangan Israel ke Teheran. Serangan rudal dari Iran ini mengaktifkan sirene peringatan serangan udara di beberapa wilayah Israel.

Angkatan Bersenjata Israel (IDF) melaporkan bahwa sistem pertahanan dikerahkan untuk mencegat rudal-rudal tersebut. Pesan peringatan dikirimkan melalui ponsel kepada masyarakat Israel untuk mengimbau mereka mencari perlindungan segera.

9. Alasan Serangan Menurut Netanyahu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan pertamanya setelah serangan, mengatakan bahwa operasi bersama dengan AS dilancarkan untuk "menghilangkan ancaman eksistensial" dari Iran.

"Saudara dan saudariku, warga Israel, beberapa saat yang lalu, Israel dan Amerika Serikat meluncurkan operasi untuk menghilangkan ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh rezim teroris di Iran," kata Netanyahu. Dia juga menyerukan pergantian rezim di Teheran dan mendorong rakyat Iran untuk melawan pemerintah mereka.

10. Pemantauan Kondisi WNI oleh Kemlu RI

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Iran menyusul serangan tersebut. KBRI Teheran melakukan komunikasi intensif dengan WNI yang berada di Iran dan telah mengeluarkan edaran terkait langkah-langkah keamanan.

Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan KBRI Teheran mengonfirmasi serangan udara dilancarkan sekitar pukul 09.45 waktu setempat. "Kita akan terus melakukan asesmen menyeluruh terhadap situasi keamanan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan WNI," kata Nabyl.

11. Peringatan Serangan Balasan dari Iran

Iran menegaskan akan "merespons dengan tegas" setelah serangan AS dan Israel. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Teheran tidak akan memiliki "garis merah" dalam pembalasan, dengan mengingatkan Washington dan Tel Aviv untuk bersiap.

"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan merespons dengan tegas para agresor," tegas pernyataan resmi. Seorang pejabat senior Iran yang tidak disebut namanya mengingatkan bahwa semua aset dan kepentingan AS dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah.

Serangan yang terjadi di bulan Ramadan ini memperburuk ketegangan yang sudah lama terjadi antara Iran dengan AS dan Israel. Situasi terus dipantau oleh komunitas internasional, dengan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut di kawasan yang sudah rentan konflik.