Arab Saudi Ingatkan Iran Soal Serangan ke AS dan Israel: Jangan Salah Perhitungan
Arab Saudi Ingatkan Iran Soal Serangan ke AS dan Israel

Arab Saudi Ingatkan Iran Soal Serangan ke AS dan Israel: Jangan Salah Perhitungan

Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan peringatan keras kepada Iran agar bersikap bijaksana dalam meluncurkan serangan terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel. Peringatan ini menekankan agar Iran tidak melakukan kesalahan perhitungan yang dapat memperburuk situasi di kawasan Timur Tengah.

Peringatan Resmi dari Menteri Pertahanan Saudi

Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, menyampaikan peringatan tersebut setelah melakukan pertemuan dengan kepala militer Pakistan. Dalam unggahan di media sosialnya, Khalid menegaskan bahwa serangan Iran telah merusak keamanan dan stabilitas regional.

"Kami membahas serangan Iran terhadap Kerajaan dan langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikannya. Kami menekankan bahwa tindakan tersebut merusak keamanan dan stabilitas regional dan menyatakan harapan bahwa pihak Iran akan bersikap bijaksana dan menghindari salah perhitungan," bunyi pernyataan resmi tersebut.

Serangan Drone dan Rudal yang Dijelaskan

Kementerian Pertahanan Saudi melaporkan bahwa pada Sabtu (7/3/2026) dini hari waktu setempat, drone-drone kembali diluncurkan ke wilayah kerajaan tersebut. Kementerian tersebut berhasil mencegat empat drone yang menargetkan ladang minyak Shaybah, yang terletak jauh di dalam gurun Empty Quarter.

Ini merupakan serangan kedua dalam beberapa jam. Sebelumnya, kementerian tersebut juga telah mencegat serangan drone yang menargetkan area di sekitar ibu kota Saudi, Riyadh. Selain itu, dua rudal balistik yang menargetkan Pangkalan Udara Pangeran Sultan juga berhasil dicegat.

Respons Iran dengan Rudal Generasi Baru

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya mengumumkan peluncuran gelombang serangan ke-23 dalam "Operasi Janji Sejati 4". Dalam operasi ini, Iran mengerahkan sistem rudal generasi baru yang menargetkan wilayah Israel dan pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Menurut pernyataan IRGC yang dilansir media Iran, Press TV, gelombang terbaru melibatkan sistem rudal canggih yang dirancang untuk menyerang banyak target. "Dalam gelombang ini, rudal berbahan bakar padat dan cair generasi baru menargetkan sasaran di wilayah pendudukan dan pangkalan-pangkalan Amerika di wilayah tersebut," kata IRGC.

Target yang disebutkan termasuk markas besar pasukan AS di pangkalan Sheikh Isa, Juffair, Ali al-Salem, dan al-Azraq, yang merujuk pada pos-pos terdepan Amerika di Bahrain, Kuwait, dan Yordania. IRGC juga menyatakan bahwa target di dalam wilayah pendudukan, termasuk pusat teknologi canggih dan fasilitas keamanan siber di Be'er Sheva, turut terkena serangan.

Implikasi bagi Stabilitas Regional

Peringatan Arab Saudi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Serangan Iran yang terus-menerus tidak hanya mengancam keamanan Saudi tetapi juga berpotensi memicu konflik yang lebih luas. Saudi menekankan pentingnya menjaga stabilitas regional dan menghindari eskalasi yang dapat berdampak negatif pada perdagangan dan keamanan global.

Insiden ini menyoroti kompleksitas hubungan antara negara-negara di kawasan tersebut, di mana kepentingan keamanan nasional sering kali berbenturan dengan dinamika politik regional. Arab Saudi, sebagai salah satu kekuatan utama di Timur Tengah, terus memainkan peran kunci dalam upaya meredakan ketegangan dan mencegah konflik yang lebih besar.