Mantan Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara karena Kirim Drone ke Korut
Mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, resmi dijatuhi hukuman 30 tahun penjara atas tindakannya mengirimkan drone ke Korea Utara. Jaksa penuntut menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk menciptakan dalih bagi deklarasi darurat militer pada tahun 2024. Dalam sidang yang digelar pada Jumat (12/6/2026), jaksa penuntut khusus mengungkapkan bahwa upaya Yoon untuk memalsukan kondisi perang dengan drone telah merusak keamanan negara.
Sebelumnya, pada bulan Februari lalu, Yoon telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena memimpin pemberontakan yang bertujuan melumpuhkan Majelis Nasional Korea Selatan melalui deklarasi darurat militer. Vonis terbaru ini menambah daftar panjang hukuman yang diterima mantan presiden tersebut.
Ultah ke-80, Trump Gelar Pertandingan UFC di Gedung Putih
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan merayakan ulang tahunnya yang ke-80 pada 14 Juni mendatang dengan cara yang tidak biasa. Trump berencana menggelar pertandingan UFC (Ultimate Fighting Championship) di halaman Gedung Putih. Sebuah arena raksasa bernama The Claw telah dibangun di South Lawn Gedung Putih untuk turnamen cage fight pada Minggu (14/6), yang akan menampilkan 14 kontestan UFC.
Acara yang diberi nama UFC Freedom 250 ini memiliki hadiah senilai US$ 69 juta dan belum pernah digelar sebelumnya. Namun, para pengkritik mengecam acara tersebut sebagai tindakan yang tidak peka, mengingat perang melawan Iran telah memicu lonjakan biaya hidup bagi warga sipil AS.
Panas! AS Tembak Jatuh 2 Drone Iran di Selat Hormuz
Amerika Serikat mengumumkan bahwa pasukannya telah menembak jatuh dua drone Iran di atas perairan Selat Hormuz. Washington menuding drone-drone tersebut berupaya menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi jalur perairan strategis itu. Peristiwa ini menjadi eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir dan mengancam gencatan senjata yang rapuh sejak April lalu.
Seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa Iran tampaknya telah berupaya menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz pada malam sebelumnya. Langkah ini semakin memperkeruh situasi di kawasan Timur Tengah.
Putri Thailand Meninggal, Suksesi Raja Jadi Tanda Tanya Besar
Wafatnya Putri Thailand, Bajrakitiyabha, anak sulung Raja Maha Vajiralongkorn, meninggalkan pertanyaan besar mengenai suksesi kerajaan. Putri yang akrab disapa Putri Bha ini dipandang sebagai figur paling menjanjikan untuk menggantikan ayahnya. Kerajaan Thailand mengumumkan bahwa Putri Bha meninggal dunia pada usia 47 tahun, Kamis (11/6) malam, saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Memorial King Chulalongkorn.
Putri Bha mengalami koma selama 3,5 tahun setelah jatuh pingsan pada Desember 2022 saat berolahraga bersama anjing peliharaannya. Dokter menduga penyebabnya adalah detak jantung tidak teratur akibat infeksi mikoplasma di jantungnya. Kepergiannya meninggalkan ketidakpastian mengenai siapa yang akan menjadi penerus takhta kerajaan Thailand.
AS Siap Kerahkan Kapal Selam Nuklir ke Australia, Ada Apa?
Angkatan Laut Amerika Serikat akan mengerahkan skuadron kapal selam bertenaga nuklir ke pelabuhan strategis di Australia tahun ini. Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, mengumumkan pada Jumat (12/6) bahwa berdasarkan perjanjian AUKUS, empat kapal selam yang dikomandoi AS akan beroperasi secara bergilir dari pelabuhan pantai barat Australia mulai tahun depan.
Marles menyatakan bahwa personel Skuadron Kapal Selam AS 3 akan mengawasi pengoperasian kapal-kapal tersebut, bekerja sama dengan personel Australia dan Inggris. Langkah ini menandai peningkatan kerja sama militer di kawasan Indo-Pasifik.



