Kebijakan WFA Jelang Lebaran 2026 Diterapkan, Jakarta Lebih Sepi di Hari Pertama
Pemerintah resmi menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) menjelang libur Lebaran 2026. Di hari pertama aturan ini, suasana di Jakarta pun tampak berbeda dengan lalu lintas yang lebih lancar dan stasiun kereta rel listrik (KRL) yang lebih sepi dari biasanya.
Landasan Hukum dan Jadwal WFA
Kebijakan ini berlandaskan dua surat edaran resmi. Untuk aparatur sipil negara (ASN), Surat Edaran Menteri PANRB No. 2/2026 mengatur penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan. Sementara bagi sektor swasta, Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/2/HK.04/II/2026 menjadi pedoman.
WFA Lebaran 2026 berlangsung selama lima hari, dengan rincian sebagai berikut:
- Dua hari sebelum libur nasional dan cuti bersama Hari Suci Nyepi: Senin, 16 Maret 2026 dan Selasa, 17 Maret 2026.
- Tiga hari setelah libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah: Rabu, 25 Maret 2026, Kamis, 26 Maret 2026, dan Jumat, 27 Maret 2026.
Dalam edaran untuk swasta, disebutkan bahwa pelaksanaan WFA diharapkan dapat dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan perusahaan serta mempertimbangkan potensi lonjakan mobilitas arus balik pemudik setelah Lebaran.
Kondisi Jakarta di Hari Pertama WFA
Pantauan di sejumlah titik menunjukkan perubahan signifikan di ibu kota. Berikut adalah kondisi terkini:
Stasiun Palmerah Lebih Sepi
Suasana di Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, pada Senin (16/3/2026) pukul 08.00 WIB terlihat lebih sepi dibanding hari Senin biasanya. Antrean di mesin tiket KRL lebih pendek dan cepat, aktivitas penumpang di peron mengarah ke Stasiun Tanah Abang juga berkurang, dan kursi di sekitar peron banyak yang kosong.
Seorang penumpang bernama Arya mengonfirmasi hal ini. "Lebih sepi karena libur. Biasanya sampai nggak dapat yang kosong," ujarnya.
Lalu Lintas Mayoritas 'Hijau'
Dari pantauan Google Maps pada pukul 09.25 WIB, lalu lintas di Jakarta mayoritas berwarna hijau, menandakan kelancaran. Biasanya, pagi hari diwarnai kemacetan dengan titik-titik merah. Meski demikian, masih ada beberapa lokasi yang padat, seperti yang dilaporkan Jasa Marga melalui akun X-nya.
Beberapa titik kepadatan meliputi:
- Tol Japek Jatiwaringin KM 04 arah Cawang, akibat penanganan kecelakaan.
- Tol Tambun KM 20 arah Cikampek, karena pekerjaan perbaikan jalan.
- Tol Janger arah Jakarta dan Tol Jagorawi, akibat tingginya volume kendaraan.
Stasiun KRL Bekasi Lebih Lengang
Di Stasiun Bekasi, jumlah penumpang KRL juga terpantau lebih lengang. Kepadatan biasa di antrean mesin tiket dan peron kini mereda. Tidak tampak desak-desakan pekerja mengejar kereta, dan peron arah Cikarang jauh lebih sepi dengan jarak antar penumpang yang berjauhan.
Stasiun Sudirman Tetap Ramai
Berbeda dengan stasiun lain, aktivitas di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, masih tergolong ramai pada jam kerja. Sekitar pukul 09.50 WIB, penumpang dari KRL arah Cikarang memadati peron dan membentuk antrean mengular di mesin tap out.
Namun, menurut petugas keamanan dalam (PKD), kondisi ini sedikit berkurang dari hari Senin biasanya. "Biasanya Senin padet banget. Ini udah mungkin berkurang sedikit. Ramai lancar," jelasnya.
Kebijakan WFA ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas selama periode libur Lebaran, memberikan fleksibilitas bagi pekerja, dan mengurangi kemacetan di ibu kota. Dampaknya sudah terlihat di hari pertama, dengan Jakarta yang lebih sepi dan lalu lintas yang lebih terkendali.
