Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa pemerintah daerah (Pemda) tidak lagi dapat bekerja sendiri dalam menjalankan pemerintahan maupun pembangunan. Sinergi dan kolaborasi lintas daerah kini menjadi kebutuhan strategis nasional untuk menghadapi berbagai tantangan global, seperti krisis energi, perubahan iklim, hingga ketidakpastian geopolitik dunia.
Pernyataan Wamendagri di Semarang
Hal ini disampaikan Wiyagus pada kegiatan Gala Dinner Malam Keakraban Mitra Praja Utama (MPU) di Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/5). Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (12/5/2026), ia menekankan bahwa kerja sama antardaerah bukan lagi sekadar pilihan administratif, melainkan sudah menjadi kebutuhan strategis nasional.
Peran Sepuluh Provinsi MPU
Wiyagus juga menyoroti peran penting sepuluh provinsi anggota MPU yang dinilai memiliki kapasitas fiskal dan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Kawasan Pulau Jawa saat ini menyumbang lebih dari 57 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, potensi tiap daerah perlu saling melengkapi melalui keunggulan komparatif masing-masing.
Penguatan Konektivitas dan Ketahanan Nasional
Untuk memperkuat ketahanan nasional, Wamendagri mendorong penguatan konektivitas antarwilayah, baik di sektor logistik, perdagangan, energi, maupun digitalisasi pemerintahan. Ia berharap daerah yang memiliki surplus pangan dapat membantu wilayah lain yang membutuhkan. Di sisi lain, daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tinggi diminta menjadi penggerak pembangunan kawasan.
"Daerah yang surplus pangan harus mampu menopang daerah yang membutuhkan. Kemudian daerah yang memiliki kapasitas fiskal kuat perlu menjadi penggerak pembangunan regional," jelas Wiyagus.
Harapan untuk Forum MPU
Wiyagus juga berharap forum MPU mampu melahirkan langkah-langkah strategis dan implementatif guna memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. "Saya juga mendorong agar MPU dapat menjadi modal kerja sama regional antardaerah yang adaptif, inovatif, dan mampu menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan lintas wilayah, termasuk pengendalian inflasi, ketahanan pangan, penguatan energi, penanganan kebencanaan, hingga stabilitas keamanan dan ketertiban," pungkasnya.



