Waka MPR Dorong Pembenahan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru
Waka MPR Dorong Pembenahan Tata Kelola Guru

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong agar dilakukan pembenahan tata kelola dan kesejahteraan guru. Langkah itu dinilai penting untuk mempercepat peningkatan kualitas pengajaran di Indonesia.

Peningkatan Kesejahteraan Belum Cukup

Menurut Lestari, peningkatan kesejahteraan saja belum cukup untuk langsung mengerek mutu pendidikan nasional. Ia menekankan perlunya distribusi yang merata dan perhatian khusus terhadap guru. Hal ini disampaikan dalam keterangannya pada Rabu, 10 Juni 2026.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan strategi percepatan peningkatan kualitas pengajaran. Strategi tersebut meliputi target 230.000 guru mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta kenaikan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta per bulan pada 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kondisi Guru Honorer Memprihatinkan

Survei Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) dan GREAT Edunesia Dompet Dhuafa pada 2024 mengungkapkan bahwa 20,5% guru honorer masih hidup dengan penghasilan di bawah Rp 500 ribu per bulan. Lestari menyebut realitas guru honorer yang telah mengabdi belasan tahun namun belum mendapatkan pengakuan maupun kesejahteraan tidak bisa diabaikan.

Ia menegaskan bahwa penataan guru bukan sekadar urusan administratif kepegawaian, melainkan soal arah kebangsaan dan pemenuhan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Akselerasi Sertifikasi dan Perbaikan Insentif

Untuk memastikan pembenahan tata kelola meningkatkan kualitas pengajaran, Lestari meminta pemerintah mengakselerasi penuntasan sertifikasi guru non-ASN secara masif. Selain itu, perbaikan sistem insentif yang berkeadilan dan penguatan evaluasi berkelanjutan pasca-sertifikasi harus diterapkan. Hal ini perlu diimbangi dengan monitoring dampak kebijakan terhadap kualitas pembelajaran di kelas.

Peningkatan kompetensi guru harus menjadi prioritas demi peningkatan pelatihan literasi, numerasi, dan pembentukan karakter peserta didik. Semua ini membutuhkan penanganan segera.

Peta Jalan Nasional Diperlukan

Lestari mengingatkan bahwa tanpa langkah nyata yang berpihak pada guru, peningkatan kualitas pengajaran akan sulit tercapai dalam waktu dekat. Diperlukan peta jalan nasional yang tepat, mulai dari distribusi tenaga pendidik, sistem rekrutmen yang adil, kepastian status kerja, perlindungan profesi, hingga kesejahteraan yang layak.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga