Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa progres pemulihan di tiga provinsi terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terus menunjukkan perkembangan yang positif. Hal ini terlihat dari berbagai indikator, mulai dari layanan pemerintahan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur strategis, hingga pembangunan hunian sementara (huntara).
Tahap Pemulihan Pascabencana
Saat ini, penanganan bencana di Sumatera telah memasuki tahap pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) itu menegaskan bahwa langkah prioritas ke depan adalah mempermanenkan berbagai infrastruktur seperti jalan dan jembatan, baik yang berstatus nasional maupun daerah, termasuk yang belum tersentuh.
"Itu harus dikerjakan, entah oleh Pemda (pemerintah daerah) atau diambil alih oleh [pemerintah] pusat," kata Tito usai Rapat Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas PRR Pascabencana Sumatera di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Kamis (18/6).
Anggaran Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Dalam keterangan tertulisnya, Tito menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi hingga tahun 2028 sebesar Rp100,1 triliun. Anggaran tersebut mencakup kebutuhan 33 kementerian/lembaga, yang terdiri dari 23 kementerian/lembaga utama dan 10 kementerian/lembaga pendukung.
Ia mendorong kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat pengajuan maupun proses pencairan agar anggaran dapat segera dimanfaatkan. Begitu pula bagi kementerian maupun lembaga yang telah menerima anggaran tersebut agar segera merealisasikannya.
"Kalau sudah ditransfer, maka kita akan speed-nya akan kencang sekali," jelasnya.
Tambahan Dana Transfer ke Daerah
Tito mengimbau Pemda agar memanfaatkan tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk menangani kebutuhan mendesak di daerah masing-masing. Ia menyebutkan, pemerintah pusat telah mengirimkan tambahan TKD sebesar Rp10,6 triliun kepada seluruh Pemda di tiga provinsi terdampak bencana.
Tito juga mengapresiasi sejumlah Pemda yang menerima tambahan TKD dan memberikan hibah kepada daerah terdampak yang masih membutuhkan dukungan. Pasalnya, tambahan tersebut diterima oleh seluruh daerah, baik yang terdampak bencana langsung maupun tidak.
"Jadi sekali lagi dengan sekarang ini dengan anggaran TKD yang ada, daerah-daerah saya dorong untuk bisa bergerak menggunakan TKD masing-masing," kata Tito.
Dukungan Semua Pihak
Tito berharap semua pihak dapat mendukung upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera. Mantan Kapolri ini menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan.
"Kita harapkan dukungan dari semua pihak, termasuk Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, tokoh-tokoh masyarakat di tiga daerah untuk kita bergerak bergotong royong," ujar Tito.



