Kasatgas PRR Tito Karnavian Tinjau Langsung Pemulihan Penyintas Bencana di Aceh
Rangkaian kunjungan kerja Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, ke daerah bencana di Aceh pada awal bulan Ramadan menjadi langkah strategis untuk mengevaluasi langsung kondisi para penyintas. Safari Ramadan ini tidak hanya bertujuan memantau kehidupan masyarakat dalam menjalani ibadah puasa, tetapi juga mengonfirmasi kemajuan berbagai aspek pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
Peninjauan di Aceh Tamiang dan Aceh Timur
Mengawali kunjungan di Kabupaten Aceh Tamiang, Tito meninjau lokasi terdampak banjir di Dusun Damai, Desa Bundar. Dalam peninjauan tersebut, ia menyaksikan langsung progres pembersihan lumpur yang dilakukan oleh para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri dari Kementerian Dalam Negeri. Tito mengaku sangat puas dengan kinerja para praja IPDN yang telah membersihkan lumpur di area terdampak, baik pada gelombang pertama maupun kedua. Ia juga menyerap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan mendesak, seperti ketersediaan air bersih.
Sore harinya, Tito melanjutkan agenda dengan buka puasa bersama masyarakat terdampak banjir di Kompleks Hunian Sementara Danantara, Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dapat menjalankan ibadah puasa bersama masyarakat di tengah proses pemulihan. Meski kondisi Aceh Tamiang berangsur pulih, Tito menekankan masih ada pekerjaan yang perlu diselesaikan, termasuk penanganan pengungsi, pembersihan sungai, dan penyediaan air bersih.
Selanjutnya, Tito melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Aceh Timur. Kunjungan diawali dengan salat Subuh berjemaah di Masjid Darussalihin bersama masyarakat setempat. Dalam suasana khidmat, ia menyalurkan bantuan kemasyarakatan dari Kemendagri kepada masyarakat Aceh Timur, yang diserahkan secara simbolis kepada Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, serta perwakilan warga. Agenda ini bertujuan untuk mengecek sekaligus meninjau progres rekonstruksi pascabencana di wilayah tersebut.
Fokus pada Relokasi dan Pemulihan Lahan Pertanian
Siang harinya, Tito melanjutkan kunjungan kerja ke Dusun Kareung, Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, untuk menemui penyintas bencana dan meninjau rencana relokasi serta pembangunan hunian layak bagi warga terdampak banjir. Tito menegaskan pemerintah tidak ingin ada warga yang terus tinggal di tenda dalam waktu lama. Ia menekankan pembangunan hunian sementara harus segera dilakukan agar masyarakat dapat tinggal lebih nyaman sembari menunggu hunian tetap.
"Saya ingin agar secepat mungkin dibangunkan hunian sementara yang layak. Jangan lagi tinggal di tenda karena di tenda itu tidak nyaman," ujar Tito dalam keterangan tertulis pada Rabu, 25 Februari 2026.
Tito kemudian bertolak ke Kota Lhokseumawe untuk menghadiri acara buka puasa bersama di Masjid Agung Islamic Center, sekaligus menyerahkan bantuan dan santunan kepada anak yatim. Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan bantuan kemasyarakatan berupa 500 paket perlengkapan ibadah dari Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk sarung, mukena, sajadah, dan Al-Qur'an. Selain itu, ada bantuan 2.000 potong pakaian serta 200 potong jaket dan rompi untuk anak-anak dan orang dewasa.
Selanjutnya, Tito melakukan kunjungan ke Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya. Di Bireuen, ia meninjau sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat di Posko Pengungsian Balee Panah. Tito mengapresiasi progres pemulihan pascabencana di Bireuen yang menunjukkan kemajuan positif, terlihat dari banyaknya anak muda yang sudah menggunakan smartphone dan perangkat elektronik. Meski begitu, ia memastikan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi terus dilakukan, terutama untuk perbaikan sekolah, rumah ibadah, dan pondok pesantren.
Usai dari Bireuen, Tito bertolak ke Kabupaten Pidie Jaya untuk meninjau lahan persawahan yang tertutup lumpur akibat banjir di Kecamatan Meurah Dua. Dalam peninjauan tersebut, ia menekankan pentingnya dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk mempercepat pemulihan lahan terdampak agar kembali produktif. Tito menjelaskan sekitar 1.500 hektare sawah masyarakat mengalami kerusakan berat akibat tertutup lumpur tebal, dengan ketebalan mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter di beberapa titik.
Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu lumbung pangan daerah dengan total luas pertanian sekitar 8.800 hektare. Jika tidak segera direhabilitasi, kerusakan lahan berpotensi menurunkan produksi padi dalam waktu dekat. "Mudah-mudahan nanti Pak Mentan Andi Amran Sulaiman memberikan perhatian agar lahan ini bisa segera kembali produktif," kata Tito.
Penutupan Kunjungan dan Penyerahan Bantuan
Tito menutup rangkaian kunjungan di Aceh dengan salat Subuh berjemaah di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Dalam sambutannya, ia menegaskan kunjungannya ke berbagai daerah di Aceh pada awal Ramadan tidak hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga untuk memantau langsung progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Tito menjelaskan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari amanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepadanya selaku Kasatgas PRR Pascabencana Wilayah Sumatera, dan menambahkan tugas tersebut merupakan bagian dari ibadah dalam membantu masyarakat.
Dalam kunjungan terakhirnya, Tito juga menyerahkan ratusan paket perlengkapan ibadah, termasuk wakaf Al-Qur'an dari Presiden Prabowo untuk masyarakat Aceh. Selama kunjungan di Aceh pada 19-21 Februari, Tito didampingi oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah TM Daud, serta para kepala daerah setempat.



