Sanksi untuk Petugas Kelurahan Solo yang Bocorkan Data Rio Haryanto Segera Diteken
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah menetapkan sanksi yang akan diterima oleh mantan petugas kelurahan Penumpang yang diduga membocorkan dokumen pribadi milik mantan pembalap Formula 1, Rio Haryanto. Sanksi tersebut kini tinggal menunggu pengesahan melalui tanda tangan resmi dari Wali Kota Solo.
"Ya, maksudnya kan untuk saya tinggal menunggu tanda tangan wali kota. Insyaallah hari ini kita naikkan," ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Solo, Beni Supartono Putro, dalam keterangannya di TPA Putri Cempo, Senin (23/2/2025).
Keputusan Final Setelah Sidang Disiplin
Beni menegaskan bahwa sanksi yang telah ditetapkan oleh Pemkot Solo bersifat final dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Meski demikian, ia enggan membocorkan detail sanksi tersebut sebelum surat keputusan resmi diterbitkan.
"Jadi, kami sudah rapat. Saya jujur nggak berani sampaikan di awal sebelum surat keputusan terbit, ya. Artinya sudah ada tindakan dan itu adalah final, ya, final, final bahwa sudah kami sesuaikan sesuai dengan ketentuan dan ini tinggal penetapan saja ke wali kota," jelas Beni.
Proses penentuan sanksi ini telah melalui sidang disiplin yang digelar dengan melibatkan berbagai unsur penting di lingkungan pemerintah kota. Sidang tersebut dihadiri oleh perwakilan dari BKPSDM, Inspektorat, bagian hukum, serta asisten setempat.
Lima Unsur Terlibat dalam Sidang Kasus
Mantan Camat Banjarsari itu memaparkan bahwa sidang kasus ini melibatkan lima unsur yang bertanggung jawab dalam mengambil keputusan.
"Sidang kasus itu terdiri dari kami, saya, BKPSDM, inspektur, terus kemudian Pak Sekda dan ada dari bagian hukum dan juga dari asisten. Ada lima unsur itu yang kemarin bersidang dan sudah memutuskan, tinggal nanti menuangkan dalam surat keputusan," terangnya.
Dengan demikian, proses hukum internal telah berjalan dengan lengkap dan keputusan sanksi telah mencapai tahap finalisasi. Pemkot Solo sebelumnya juga telah meminta maaf secara resmi kepada Rio Haryanto terkait kebocoran dokumen pribadi tersebut, sambil menjamin bahwa sanksi tegas akan diberikan kepada pihak yang bertanggung jawab.
Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi, terutama bagi publik figur seperti Rio Haryanto yang merupakan mantan pembalap ternama di ajang Formula 1. Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi aparatur sipil negara untuk menjaga kerahasiaan dokumen resmi dan informasi sensitif warga.