Naswa Amanda, siswi SMP Negeri 9 Pangkalpinang, tak bisa menyembunyikan rasa bahagia saat melihat bangunan sekolahnya yang telah direnovasi total. Program Revitalisasi Satuan Pendidikan telah mengubah sekolah yang berdiri sejak 1990 dan puluhan tahun tanpa renovasi besar menjadi tempat belajar yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan.
Ucapan Terima Kasih dari Murid
"Sebagai perwakilan dari murid, saya mau mengucapkan terima kasih banyak atas program revitalisasi sekolah kami. Sekarang sekolah kami menjadi jauh lebih baik, aman, nyaman, bersih, dan proses belajar jauh lebih menyenangkan," ujar Naswa dalam keterangan resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jumat (3/7/2026).
Naswa masih ingat betul kondisi sekolah sebelum direvitalisasi. Banyak ruang kelas rusak, plafon pernah roboh hingga membahayakan kegiatan belajar. Toilet juga rusak parah: lantai retak, kloset pecah, pintu rusak. Kini, semua berubah. "Sekarang semuanya berubah berkat bantuan dari Bapak Menteri dan Bapak Presiden. Aku dan teman-temanku sekarang bisa belajar di kelas yang nyaman dan bagus," katanya.
Bantuan Program Indonesia Pintar
Selain revitalisasi, Naswa juga penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Bantuan itu sangat membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah. "Dulu kalau butuh perlengkapan sekolah, kami sering memikirkan biayanya. Sekarang sudah ada PIP yang membantu. Aku jadi bisa belajar lebih fokus dan semangat. Aku berjanji akan rajin belajar supaya nanti bisa meraih cita-citaku menjadi Polwan," tuturnya.
Anggaran Revitalisasi 2025-2026
Mendikdasmen Abdul Mu'ti meresmikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 sekaligus menyerahkan pelaksanaan Program Revitalisasi Tahun 2026 untuk Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah. "Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 99,3 miliar untuk merevitalisasi 101 satuan pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ucap Mu'ti.
Untuk tahun 2026, revitalisasi berlanjut dengan alokasi sementara Rp 44 miliar untuk 49 satuan pendidikan. Jumlah itu masih sementara karena verifikasi dan validasi calon penerima bantuan masih berlangsung. Mu'ti menegaskan program ini adalah komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan layanan pendidikan bermutu melalui lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Digitalisasi Pembelajaran
Selain revitalisasi, pemerintah juga memperkuat kualitas pembelajaran melalui Program Digitalisasi Pembelajaran. Pada 2025, Kemendikdasmen mendistribusikan 288.865 Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. "Perangkat tersebut didukung dengan pelatihan bagi guru agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Bagi sekolah yang belum memiliki akses internet, pemerintah menyediakan dukungan jaringan Starlink agar perangkat dapat digunakan secara maksimal," kata Mu'ti.
"Monitoring kami di banyak sekolah menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran dan motivasi belajar murid karena proses belajar menjadi lebih interaktif dan hidup. Dengan pembelajaran yang semakin baik, kualitas pendidikan juga akan semakin meningkat," pungkas Abdul Mu'ti.



