Pramono Anung Gelar Rapat Khusus Tanggapi Protes Warga Soal Kebisingan Padel
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggelar rapat khusus menyusul berbagai keluhan warga terkait kebisingan suara yang ditimbulkan dari aktivitas lapangan padel di beberapa wilayah. Rapat ini bertujuan untuk mencari solusi konkret atas gangguan yang dirasakan masyarakat sekaligus mengevaluasi aturan operasional tempat olahraga tersebut agar tidak meresahkan lingkungan sekitar.
Keluhan Warga dari Berbagai Lokasi
Protes warga terhadap kebisingan lapangan padel muncul dari beberapa kawasan, termasuk Haji Nawi, Cilandak, dan Pulomas di Jakarta Timur. Salah satu warga di Haji Nawi, Naufal (27), mengaku telah berulang kali melaporkan masalah ini melalui aplikasi JAKI sejak November hingga Februari, dengan frekuensi pelaporan mencapai tiga kali seminggu.
"Aku sudah melakukan mediasi dengan pengelola pada 31 Januari, tetapi tidak membuahkan hasil. Kebisingan terdengar sejak pagi hingga malam hari, dan kami berharap ketenangan lingkungan kami kembali seperti semula," ujar Naufal di kediamannya.
Kasus di Pulomas yang Berujung Gugatan Hukum
Di kawasan Pulomas, keresahan warga bahkan berlanjut hingga proses hukum. Ratna, salah satu warga, menjelaskan bahwa pembangunan lapangan padel dimulai pada Juni 2024 tanpa persetujuan masyarakat setempat. Saat operasional dimulai pada November 2024, warga baru menyadari adanya aktivitas olahraga yang menimbulkan kebisingan.
"Kami akhirnya mengajukan gugatan ke PTUN terkait izin bangunan. Dari proses sidang, terungkap bahwa Pemkot telah mengeluarkan surat peringatan hingga perintah pembongkaran pada Mei 2025," papar Ratna. Ia menambahkan bahwa lapangan tersebut kerap ramai oleh kendaraan, terutama saat turnamen, dengan lalu lintas mencapai 100-150 mobil yang memperparah gangguan.
Respons Langsung dari Gubernur Pramono Anung
Pramono mengaku telah menerima laporan dari berbagai lokasi dan menyayangkan dampak kebisingan yang sampai mengganggu tidur bayi. "Ada laporan bayi satu setengah tahun tidak bisa tidur karena teriakan pemain padel di malam hari. Menurut saya, ini tidak fair," tegasnya di Balai Kota Jakarta.
Gubernur menekankan bahwa meski aktivitas olahraga perlu didukung, pengelola wajib mempertimbangkan kenyamanan warga sekitar, terutama di kawasan padat penduduk. "Jika di fasilitas komersial, operasional hingga malam mungkin tidak masalah. Tapi di permukiman padat, ini pasti mengganggu," jelasnya.
Rapat Khusus untuk Kajian Komprehensif
Rapat khusus yang digelar melibatkan dinas-dinas terkait untuk mengkaji berbagai aspek, termasuk:
- Perizinan dan kepatuhan lapangan padel
- Tata ruang dan lokasi yang sesuai
- Dampak lingkungan dan kebisingan terhadap warga
- Solusi teknis seperti peredam suara
Pramono menegaskan bahwa setiap kebijakan akan diambil berdasarkan pembahasan mendalam. "Kita akan dengarkan semua masukan, baru putuskan langkah paling tepat untuk menjamin kenyamanan warga," ujarnya. Rapat ini diharapkan dapat menghasilkan regulasi yang lebih ketat untuk mencegah konflik serupa di masa depan.