Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengajak warga yang terdampak kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk beralih tinggal di rumah susun (rusun). Menurutnya, hunian vertikal dapat menjadi pilihan tempat tinggal yang lebih layak dan aman dibandingkan permukiman padat yang rawan kebakaran.
Kunjungan ke Lokasi Kebakaran
Hal itu disampaikan Rano saat meninjau lokasi kebakaran pada Selasa, 2 Juni 2026. Dalam kunjungannya, ia berdialog langsung dengan sejumlah warga yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut. "Pada saat saya berkunjung ke daerah yang namanya Kebon Kosong, ini memang menjadi sejarah panjang. Ini yang mudah-mudahan akan segera kita selesaikan," ujar Rano.
Rano mengungkapkan bahwa sebagian warga masih enggan meninggalkan kawasan tersebut karena ikatan emosional yang kuat dengan lingkungan tempat tinggal mereka. "Tadi sambil lalu saya ngomong dengan beberapa warga, 'enggak mau coba di rumah susun?'. Mereka bilang, 'Aduh Bang, kita lahir di sini Bang, bahkan yang namanya ari-ari kita ditanam di sini'," ceritanya.
Pemahaman terhadap Warga
Rano mengaku memahami alasan warga yang telah tinggal turun-temurun di kawasan tersebut. Namun, ia menilai kondisi permukiman yang padat membuat risiko kebakaran dan berbagai persoalan lingkungan menjadi lebih besar. "Saya bilang, 'Eh saya lahir di Kemayoran, di Kepu. Ari-ari saya juga saya tanam di Kemayoran. Masa kita mau berjubel-jubel tinggal di sini?'" katanya.
Menurut Rano, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa tinggal di rumah susun bukan berarti menurunkan kualitas hidup. Sebaliknya, rusun dinilai mampu memberikan lingkungan yang lebih tertata dan fasilitas yang lebih memadai. "Kita selalu berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa bukan berarti tidak layak, tapi mungkin kalau tinggal di rumah susun jauh lebih layak," tuturnya.
Dampak Kebakaran dan Penanganan
Kebakaran yang terjadi di kawasan Kebon Kosong berdampak terhadap ratusan bangunan. Berdasarkan data sementara Pemprov DKI Jakarta, sebanyak 304 bangunan terdampak, dengan total 354 kepala keluarga atau 679 jiwa terkena dampak musibah tersebut. Saat ini, Pemprov DKI telah menyiapkan posko pengungsian di Lapangan Yusuf Hamka yang dilengkapi layanan kesehatan, dapur umum, bantuan logistik, hingga dukungan psikologis bagi para korban.
Terkait kemungkinan bantuan pembangunan kembali rumah warga, Rano mengatakan pemerintah akan terlebih dahulu melakukan pendataan dan pembahasan lebih lanjut mengenai bentuk bantuan yang dapat diberikan. "Kalau membantu bangun rumah kan relatif, tapi membantu anggaran pasti. Itu nanti kita bicarakan," ujarnya.
Rano menambahkan bahwa persoalan permukiman di Kebon Kosong bukanlah masalah baru. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mencari solusi jangka panjang agar warga dapat tinggal di lingkungan yang lebih aman dan nyaman.



