Gubernur Pramono Panggil Pengelola Padel Besok, Respons Keluhan Kebisingan Warga
Pramono Panggil Pengelola Padel Respons Keluhan Kebisingan

Gubernur Pramono Panggil Pengelola Padel Besok, Respons Keluhan Kebisingan Warga

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menggelar rapat khusus di Balai Kota pada Selasa, 24 Februari 2026, untuk memanggil pihak pemberi izin dan pengelola fasilitas olahraga padel di Jakarta. Pemanggilan ini merupakan respons langsung atas ramainya keluhan warga terkait kebisingan yang ditimbulkan dari aktivitas lapangan padel.

"Besok secara khusus Balai Kota akan mengadakan rapat tentang padel. Saya sudah meminta yang memberikan perizinan dan juga yang mengoordinasikan padel itu untuk mempersiapkan," tegas Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (23/2/2026).

Keluhan Warga dari Berbagai Kawasan

Menurut Pramono, keluhan warga datang dari berbagai lokasi, termasuk kawasan Haji Nawi, Cilandak, dan Rawamangun. Warga di sekitar fasilitas olahraga tersebut mengaku terganggu oleh kebisingan aktivitas permainan yang sering berlangsung hingga larut malam.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pramono menekankan bahwa keberatan warga di pemukiman menjadi perhatian serius Pemprov DKI Jakarta karena berkaitan langsung dengan kenyamanan lingkungan tempat tinggal. Dia bahkan mencontohkan laporan warga mengenai bayi berusia 1,5 tahun yang kesulitan tidur akibat suara teriakan pemain padel pada malam hari.

"Saya yakin kalau masyarakat di sekitar padel itu keberatan, pasti sangat terganggu. Bahkan ada yang bayinya satu setengah tahun tidak bisa tidur karena malam-malam orang masih berteriak-teriak main padel. Menurut saya itu juga tidak fair," ungkapnya.

Rencana Penertiban Jam Operasional

Pemprov DKI Jakarta berencana menertibkan operasional lapangan padel, terutama yang berada di kawasan padat penduduk. Penertiban akan difokuskan pada pengaturan jam penggunaan agar aktivitas olahraga tidak mengganggu warga sekitar.

"Tempat-tempat yang padat penduduk akan kami tertibkan jam penggunaannya," kata Pramono. Langkah ini diharapkan dapat menyeimbangkan perkembangan olahraga padel dengan kenyamanan lingkungan.

Sorotan dari Anggota DPR

Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, turut menyoroti aktivitas lapangan padel yang kian menjamur di Jakarta dan membuat warga terganggu karena kebisingan. Dia mengingatkan agar pertumbuhan lapangan padel harus memperhatikan aspek kenyamanan dan ketertiban lingkungan sekitar.

"Aktivitas olahraga tersebut tetap harus memperhatikan aspek kenyamanan dan ketertiban lingkungan," ujar Hetifah pada wartawan, Jumat (20/2/2026).

DPR meminta pemerintah daerah untuk memastikan setiap pembangunan lapangan padel memenuhi aturan tata ruang dan analisis dampak lingkungan, termasuk standar ambang batas kebisingan dan jam operasional. Hetifah juga menyarankan agar pengelola memasang peredam suara dan membatasi jam operasional sebagai solusi.

Keluhan Warga di Media Sosial

Keluhan warga soal kebisingan lapangan padel juga viral di media sosial. Akun Threads @idhm mengunggah keluhan mengenai kebisingan dari aktivitas lapangan padel Fourtwall Haji Nawi sejak Januari 2026.

Akun tersebut menggambarkan kebisingan terjadi hampir tanpa jeda, mulai pukul 06.00 pagi hingga 00.00 malam. Dengan durasi permainan rata-rata dua hingga tiga jam per sesi, aktivitas yang silih berganti membuat suara benturan bola dan teriakan pemain terus terdengar sepanjang hari.

"Bayangkan, dari jam 6 pagi hingga jam 12 malam. Dengan rata-rata permainan padel 2–3 jam per booking, mereka silih berganti menimpa kebisingan demi kebisingan," tulis akun Threads @idhm.

Tak tinggal diam, dia bersama sejumlah tetangga mulai mencatat dan mendokumentasikan tingkat kebisingan yang terjadi. Mereka juga berdiskusi dengan rekan-rekan yang memahami advokasi lingkungan untuk mempelajari aspek zonasi, tata ruang, hingga regulasi baku mutu kebisingan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga