Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi mengukuhkan 17 anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) untuk masa bakti 2026–2029. Prosesi pengukuhan berlangsung di Balairung Balai Kota Jakarta pada Jumat, 3 Juli 2026. Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa DTKJ harus berperan sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam merumuskan kebijakan transportasi yang tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan warga.
DTKJ Dorong Rekomendasi Berbasis Data
Pramono menekankan bahwa tantangan mobilitas di ibu kota hanya dapat diatasi melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap DTKJ mampu memberikan rekomendasi yang objektif, berbasis data, dan berangkat dari temuan lapangan. “Jakarta telah mencatat kemajuan dalam transportasi publik, tetapi pekerjaan kita belum selesai. Integrasi antarmoda dan peningkatan kualitas layanan harus terus dipercepat,” ujar Pramono. Menurutnya, keberhasilan sektor transportasi tidak hanya diukur dari infrastruktur, melainkan juga dari kualitas layanan yang aman, nyaman, mudah diakses, dan mampu menarik minat warga beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Pimpinan Baru DTKJ: Sugihardjo
DTKJ periode 2026–2029 dipimpin oleh Sugihardjo, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan periode 2014–2017. Ia didampingi oleh Arya Setiapa S. Bilon sebagai Wakil Ketua dan Ahmad Rizal sebagai Sekretaris. Struktur organisasi DTKJ terdiri dari empat komisi: Komisi Hukum dan Hubungan Masyarakat diketuai Charly Silitonga dengan anggota Jessica Sherly Anisa dan Nur Ahmad Jabriel; Komisi Kelaikan dan Keselamatan diketuai Wisko David Stefano dengan anggota Edi Nur Salam dan Bandar Guntur Damanik; Komisi Penelitian dan Pengembangan diketuai Sutanto Soehodho dengan anggota Dimas Nurman Handoyo dan Roy Sudin; serta Komisi Tarif dan Pembiayaan diketuai Masrowinoyugi Hartiman dengan anggota Saut Marulitua Hutabarat dan Sri Purwanto.
Fokus pada Digitalisasi dan Transportasi Rendah Emisi
Pramono menegaskan bahwa ke depan Pemprov DKI Jakarta akan memperkuat konektivitas transportasi di kawasan Jabodetabek, mempercepat digitalisasi layanan transportasi publik, dan mengembangkan sistem transportasi rendah emisi. Langkah-langkah ini diarahkan untuk mewujudkan mobilitas perkotaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. “Menjelang usia lima abad Jakarta, transportasi harus menjadi penopang kota global yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung produktivitas masyarakat,” kata Pramono. Ia juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama lintas instansi dan operator layanan agar integrasi kebijakan berjalan konsisten dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
Sinergi untuk Jakarta yang Lebih Terhubung
Pramono berharap DTKJ bersama Dinas Perhubungan dan seluruh operator transportasi milik Pemprov DKI Jakarta terus bersinergi. “Saya berharap DTKJ bersama Dinas Perhubungan dan seluruh operator transportasi milik Pemprov DKI Jakarta terus bersinergi mewujudkan Jakarta yang semakin terhubung, aman, nyaman, dan memudahkan mobilitas masyarakat. Semoga kita semua diberi kemampuan untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. Dengan pengukuhan ini, DTKJ diharapkan mampu memperkuat perumusan kebijakan transportasi yang berbasis data dan kondisi nyata di lapangan, sehingga setiap kebijakan yang terbit memiliki pijakan yang kuat dan berdampak langsung bagi warga Jakarta.



