Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melibatkan para profesor dan ilmuwan di setiap bidang pemerintahan yang strategis. Pernyataan ini disampaikan dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di JCC Senayan, Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 2.600 guru besar, dosen, dan ilmuwan dari seluruh Indonesia.
Prabowo: Profesor Kunci Kemajuan Bangsa
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya peran ilmuwan dan guru besar universitas dalam mendorong kemajuan negara. "Saya dari awal sangat sadar peran dan penting para ilmuwan, para guru besar. Dan karena itu, kalau saudara simak, hampir di setiap bidang pemerintahan yang kunci, saya ikutsertakan profesor-profesor dalam posisi-posisi yang sangat menentukan," jelas Prabowo. Ia berkomitmen untuk terus melibatkan para akademisi dalam pengambilan keputusan strategis.
Gerindra Tanggapi Dukungan Jokowi untuk Dua Periode
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Prasetyo Hadi merespons dukungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) agar pemerintahan Prabowo-Gibran berlanjut hingga dua periode. Prasetyo menyatakan bahwa pemerintah saat ini masih fokus menyelesaikan berbagai pekerjaan dan belum membahas agenda politik tersebut. "Belum lah. Kalau mewakili pemerintah, mewakili Bapak Presiden, yang penting fokus bekerja dulu. Kita belum berpikir mengenai itu. Masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Ia menambahkan bahwa pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah, mulai dari ketenagakerjaan, kesejahteraan guru, aparatur sipil negara (ASN), hingga program industrialisasi dan hilirisasi.
Polda Metro Jaya Bongkar Judi Online HOT51
Berita terpopuler lainnya adalah pengungkapan modus tindak pidana perjudian online yang terhubung dengan pornografi melalui aplikasi HOT51 oleh Polda Metro Jaya. Aplikasi tersebut menyediakan layanan judi sekaligus live streaming konten pornografi. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa sindikat ini mengelabui sistem perbankan nasional dengan memanfaatkan saluran deposit berupa virtual account yang dikelola oleh perusahaan payment gateway PT PDN dan PT HSR, serta rekening perusahaan milik PT KAJP. Pengungkapan ini berawal dari patroli siber dan analisis mendalam terhadap penelusuran aset keuangan pelaku (follow the money). "Pada fase penindakan awal, tim penyidik melakukan penangkapan secara serentak di beberapa wilayah hukum, antara lain Ngawi, Gresik, Aceh Utara, dan Jakarta, untuk mengamankan para tersangka yang berada pada klaster afiliator serta pelaku pornografi live streaming aplikasi HOT51," kata Iman pada Jumat, 26 Juni 2026.



