Pemprov Jateng Intensif Tangani Banjir di Semarang dan Demak dengan Delapan Pompa
Pemprov Jateng Tangani Banjir Semarang-Demak dengan Delapan Pompa

Pemprov Jawa Tengah Kerahkan Seluruh OPD dan Delapan Pompa untuk Atasi Banjir di Semarang dan Demak

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan penanganan banjir secara intensif dan menyeluruh di wilayah yang terdampak, terutama di Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, telah memberikan instruksi tegas kepada seluruh dinas serta stakeholder terkait untuk melakukan pemantauan berkelanjutan dan mengambil langkah-langkah cepat guna mengatasi situasi darurat ini.

Instruksi Langsung dari Gubernur untuk Koordinasi Terpadu

Dalam keterangannya pada Sabtu, 25 Oktober 2025, Luthfi menegaskan bahwa kegiatan penanganan banjir, termasuk pembuatan sodetan di lokasi-lokasi yang terendam, harus dipersiapkan dengan matang. Hal ini mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan berpotensi memperparah genangan air. "Kita akan lakukan pantauan terus dengan seluruh OPD serta jajaran di Kota Semarang dan Kabupaten Demak, secara tidak langsung provinsi dan kabupaten/kota akan kerja sama," ujar Luthfi.

Pernyataan ini disampaikan usai acara penandatanganan nota kesepahaman antara Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, pada Jumat malam, 24 Oktober 2025. Luthfi juga mengungkapkan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah diturunkan sejak hari pertama banjir melanda untuk menangani krisis di kedua wilayah tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Upaya Konkret yang Telah Dilaksanakan

Pemerintah provinsi telah melakukan sejumlah upaya konkret dalam penanganan banjir ini, antara lain:

  • Pendirian dapur umum untuk memastikan kebutuhan pangan korban terpenuhi.
  • Penambahan pompa penyedot air untuk mengurangi volume genangan secara signifikan.
  • Penempatan petugas khusus untuk mengatur lalu lintas di titik-titik yang tergenang.

Banjir yang terjadi diakibatkan oleh curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir di beberapa daerah Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan. Dampaknya, lalu lintas di jalur Pantura antara Semarang dan Demak sempat terhambat parah, bahkan kendaraan roda dua tidak dapat melintas.

Koordinasi Tim Gabungan dan Pengoperasian Delapan Pompa

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa langkah cepat telah dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan BPBD Jateng, BPBD Kota Semarang, BPBD Kabupaten Demak, relawan, TNI, Polri, serta masyarakat setempat sejak banjir muncul. "Dapur umum sudah disiapkan, bantuan logistik sudah kami distribusikan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusdataru Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, memberikan rincian teknis mengenai upaya pengurangan genangan air. Total ada delapan pompa yang dikerahkan hingga Jumat, 24 Oktober 2025. Kedelapan pompa ini diperkirakan mampu menyedot air dengan kapasitas hingga 1.900 liter per detik dan beroperasi aktif selama 24 jam non-stop.

Pemasangan pompa-pompa tersebut tersebar di beberapa titik strategis:

  1. Satu pompa di sekitar Kali Tenggang.
  2. Dua pompa di wilayah Terboyo.
  3. Tiga pompa di Kali Sringin.
  4. Dua pompa tambahan akan dipasang di titik efektif untuk pembuangan air genangan, bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Dua pompa tambahan tersebut berasal dari Balai PSDA yang berlokasi di Tegal dan Kudus. Selain fokus pada pemasangan pompa, tim juga turun langsung ke lokasi banjir untuk mengecek penyebab utama banyaknya genangan. "Kami cek, tidak ada kaitan dengan pembangunan tol. Ini karena curah hujan yang begitu tinggi, karena hujan deras dalam beberapa hari terakhir," jelas Henggar menutup penjelasannya.

Dengan koordinasi yang intensif dan langkah-langkah teknis yang telah dijalankan, Pemprov Jawa Tengah berkomitmen untuk terus memantau dan menangani dampak banjir hingga situasi benar-benar pulih dan normal kembali.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga