Wakil Ketua Komisi IX DPR Fraksi PDIP, Charles Honoris, mendorong Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang untuk membenahi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, pengawasan dan kualitas gizi makanan yang dikonsumsi anak-anak lebih penting daripada kuantitas.
Prioritas Baru untuk Kepala BGN
Charles menegaskan bahwa Kepala BGN yang baru harus memiliki prioritas yang jelas. Ia menyoroti ribuan kasus keracunan yang terjadi setelah konsumsi MBG. Hingga saat ini, lebih dari 36.000 anak terdampak kasus keracunan. Hal ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola yang tidak boleh dianggap sepele.
Kualitas Gizi Lebih Penting dari Anggaran
Charles menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak ditentukan dari besarnya anggaran atau jumlah penerima manfaat, melainkan dari kualitas gizi, keamanan makanan, dan manfaat yang benar-benar diterima anak-anak. Ia berharap Nanik fokus membenahi tata kelola MBG yang selama ini masih buruk.
Latar Belakang Pergantian Pimpinan BGN
Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN, serta Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya dari jabatan Wakil Kepala BGN. Prabowo menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN baru, didampingi Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Setelah pencopotan, Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di Kantor BGN dan rumah ketiganya, dan menetapkan mereka sebagai tersangka korupsi tata kelola MBG.



