Mendagri Tegaskan Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Objektif
Mendagri: Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi Objektif

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa penilaian dalam Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 dilakukan secara objektif. Penilaian tersebut didasarkan pada data dan indikator kinerja yang terukur.

Aspek Penilaian

Penilaian mencakup beberapa aspek penting, seperti penanggulangan kemiskinan, penurunan stunting, creative financing, pengendalian inflasi daerah, serta penurunan tingkat pengangguran. Tito menyatakan bahwa tim penilai diawasi secara ketat untuk menjaga kredibilitas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Tim yang menilai betul-betul saya awasi. Dan saya menyatakan bahwa inilah kredibilitas Kemendagri,” ujar Tito dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026). Ia menambahkan bahwa kredibilitas harus dijaga agar tidak kehilangan marwah jika ada pengaturan yang tidak semestinya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Data Kuantitatif Terbuka

Tito menjelaskan bahwa penilaian menggunakan data kuantitatif yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut bersumber dari indikator yang menjadi perhatian pemerintah, seperti kemiskinan, pengangguran, stunting, dan inflasi. Khusus untuk inflasi, data terus dipantau dan diperbarui setiap minggu.

Hal ini disampaikan Tito usai menghadiri Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali di Hotel Marriott Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (4/6) malam.

Pembagian Enam Regional

Kemendagri membagi pelaksanaan Apresiasi Pemda ke dalam enam regional. Skema ini bertujuan agar kompetisi berlangsung lebih proporsional dan memberikan kesempatan setara bagi daerah untuk berkompetisi sesuai karakteristik serta kapasitas masing-masing.

Agenda Strategis di Yogyakarta

Selain menghadiri Apresiasi Pemda, Mendagri juga mengikuti sejumlah agenda strategis lainnya di Yogyakarta. Kegiatan tersebut meliputi program perumahan rakyat dan Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Regional Jawa-Bali.

Menurut Tito, berbagai agenda tersebut saling berkaitan dalam upaya mendorong kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas nasional. “Masalah perumahan ini berhubungan langsung, berbanding lurus dengan kemiskinan, pengangguran, kemiskinan ekstrem. Akar masalah yang utamanya di rumah,” terang Tito. Ia menambahkan bahwa manfaat program ini sangat besar, begitu pula Rapat Forkopimda yang digelar oleh Menko Polkam untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan.

Lanjutan ke Regional Papua

Tito menyebutkan bahwa rangkaian Apresiasi Pemda akan terus berlanjut di berbagai wilayah, termasuk regional Papua. Melalui kegiatan ini, ia berharap daerah terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Sekaligus acara ini untuk memberikan message kepada publik bahwa terlepas tadi ada beberapa kepala daerah yang mungkin menghadapi masalah hukum, (tapi) cukup banyak kepala daerah yang peduli kepada rakyatnya. Berprestasi, bisa menangani kemiskinan, pengangguran, kemudian inflasi,” pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga