Mendagri Tito Karnavian Soroti Peran Krusial Kepala Daerah dalam Tata Kelola Sampah
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pengelolaan sampah di wilayah perkotaan memerlukan pendekatan hilir-hulu yang kuat serta kepemimpinan kepala daerah yang tegas. Tanpa kedua elemen ini, penumpukan sampah di tempat pemrosesan akhir atau TPA tidak dapat dihindari.
Pendekatan Hilir-Hulu di Perkotaan
Tito menjelaskan bahwa pendekatan berbasis hulu-hilir relatif efektif di daerah pedesaan dengan ikatan sosial yang kuat. Namun, di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, pendekatan hilir-hulu menjadi pilihan yang lebih realistis. Dalam konteks ini, masyarakat umumnya hanya mengumpulkan sampah di bak atau tempat penampungan.
Tugas pemerintah daerah adalah memastikan pengangkutan berlangsung cepat dan konsisten melalui pasukan kebersihan yang solid serta terawasi. Keberhasilan tata kelola sampah sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala daerah dalam menggerakkan dan mengawasi jajarannya.
Contoh Keberhasilan dan Teknologi
Tito menyampaikan hal ini dalam keynote speech pada Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah 2026 di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Rabu 25 Februari 2026. Ia mencontohkan keberhasilan pasukan kebersihan di Jakarta yang bekerja sejak dini hari, serta pengalaman di Palembang yang mampu menjaga kota tetap bersih berkat pengawasan yang efektif.
Untuk memperkuat kendali operasional, Tito mendorong pemanfaatan teknologi seperti closed circuit television atau CCTV untuk memantau titik rawan sampah, termasuk sumbatan di sungai dan kawasan padat. Dengan sistem ini, kepala daerah dapat segera menginstruksikan percepatan pembersihan kepada jajaran terkait.
Keselarasan Program dan Kebijakan
Tito menekankan bahwa tanpa pengawasan dan sistem yang disiplin, pendekatan hilir hanya akan memindahkan persoalan ke TPA dan membentuk timbunan sampah dalam skala besar. Ia juga menyoroti pentingnya keselarasan program daerah dengan kebijakan nasional dalam pengolahan sampah menjadi energi.
Pemerintah daerah diminta fokus membangun jejaring pengumpulan dan menyiapkan lahan, sementara teknologi pengolahan diselaraskan dengan kebijakan pusat. "Pemerintah daerah cukup membangun jejaring untuk mengumpulkan, mendorong masyarakat mengumpulkan sampah di bak, lalu membawanya ke lokasi. Lokasinya disiapkan juga tanahnya melalui kerja sama dengan pemerintah daerah untuk incinerator dan lain-lain," pungkas Tito.



