Jakarta - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat (1/5/2026) berlangsung meriah. Acara yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih ini diikuti oleh sekitar 250.000 buruh dari berbagai daerah.
Apresiasi KSPSI terhadap Prabowo
Ketua Panitia May Day 2026 sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyatakan rasa senangnya atas terselenggaranya acara ini. Ia mengapresiasi kehadiran langsung Presiden Prabowo di tengah-tengah buruh. Menurut Andi, Prabowo telah menepati janji-janjinya kepada buruh, seperti pembentukan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK), pengetatan aturan outsourcing, dan ratifikasi Konvensi ILO 188.
"Beliau telah menepati janjinya. Satgas PHK, aturan outsourcing yang diperketat, dan beberapa hadiah untuk buruh lainnya seperti ratifikasi Konvensi ILO 188," ungkap Andi kepada wartawan.
Usulan Buruh untuk Masa Depan
Dalam kesempatan yang sama, Andi Gani menyampaikan sejumlah usulan kepada Presiden Prabowo untuk kesejahteraan buruh ke depan. Usulan tersebut mencakup pembangunan rumah sakit buruh, penyediaan perumahan, peningkatan pelayanan kesehatan, dan perlindungan bagi Pekerja Rumah Tangga (PRT).
"Saya juga tadi mengusulkan adanya beasiswa LPDP untuk aktivis buruh, untuk meningkatkan kompetensi para pimpinan buruh untuk masa depan organisasi," tambahnya.
Prabowo disebut terbuka terhadap usulan-usulan tersebut dan meminta Andi untuk menghadap dalam waktu dekat guna melaporkan situasi terkini. Andi mengajak seluruh buruh yang akan mendaftar program beasiswa untuk sungguh-sungguh menjalaninya sebagai bentuk tanggung jawab kepada negara.
"Kan dibiayai oleh negara secara full dan bertanggung jawab atas dana negara tersebut," katanya.
Persatuan Buruh dan Demokrasi
Andi Gani menegaskan bahwa perayaan May Day tahun ini menjadi momentum penguatan persatuan buruh. Meskipun ada serikat buruh lain yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, ia menghargai perbedaan tersebut sebagai hal yang biasa dalam demokrasi.
"Kami juga menghormati ada teman-teman yang saat ini aksi di DPR, dan itu merupakan suatu hal yang biasa dalam demokrasi," kata dia.
Peresmian Museum Marsinah
Selain menghadiri May Day, Presiden Prabowo dijadwalkan meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, pada Senin, 18 April 2026. Marsinah dikenal sebagai aktivis perempuan yang vokal pada masa Orde Baru. Andi menilai ini sebagai momen istimewa.
"Ini merupakan satu hal yang luar biasa, dua momen yang sangat istimewa, perayaan May Day di Monas lalu juga peresmian Museum Ibu Marsinah," jelasnya.
Sumber Dana May Day 2026
Andi Gani menjelaskan bahwa seluruh dana perayaan May Day 2026 berasal dari gotong-royong para buruh, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Ada buruh yang datang dengan bus bayar sendiri, ada yang bisa membantu ini, ada yang membantu, jadi memang gotong royongnya sangat kuat sekali," jelas dia.



