KSPSI Apresiasi Penurunan Harga Gas Industri: Selamatkan 55 Ribu Buruh dari PHK
KSPSI Apresiasi Penurunan Harga Gas: Selamatkan 55 Ribu Buruh

Pemerintah resmi menurunkan harga liquefied natural gas (LNG) untuk industri dari US$ 20-23 per MMBTU menjadi US$ 13 per MMBTU. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyambut baik kebijakan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah krusial dalam menyelamatkan puluhan ribu buruh dari ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Kami menyampaikan apresiasi luar biasa atas keputusan cepat pemerintah yang mengambil kebijakan menurunkan harga gas industri," kata Andi Gani melalui keterangannya, Senin (29/6/2026).

Langkah Cepat Pemerintah Disambut Serikat Buruh

Andi Gani menilai bahwa penurunan harga gas ini merupakan hasil dari komunikasi intensif antara KSPSI, DPR, dan pemerintah. Ia mengaku telah menemui sejumlah tokoh, termasuk Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. "Saya sangat bahagia dan bersyukur perjuangan ini tidak sia-sia," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut Andi Gani, mahalnya harga gas industri sebelumnya berpotensi memicu PHK terhadap 55 ribu buruh di sektor terkait. Ia mencontohkan PT Granito Keramik yang sudah terlanjur melakukan PHK. "Kami mencatat potensi ancaman PHK sebesar 55 ribu buruh, dan bahkan sudah terjadi PHK di PT Granito Keramik," ungkapnya.

Harapan Pemulihan Industri dan Keselamatan Pekerja

Dengan turunnya harga gas, Andi Gani berharap perusahaan-perusahaan yang berencana menutup usaha dapat kembali beroperasi dan membatalkan rencana PHK massal. "Saya sangat berharap dengan turunnya harga gas industri dapat menyelamatkan industri yang berencana menutup usahanya. Kemudian bisa menyelamatkan nasib puluhan ribu buruh yang terancam PHK massal," harapnya.

Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pemerintah yang berkoordinasi lintas sektoral. "Koordinasi berjalan sangat efektif dalam mencari jalan keluar bagi dunia usaha dan pekerja," pungkas Andi Gani.

Detail Kebijakan Penurunan Harga Gas

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan penurunan harga LNG untuk industri menjadi US$ 13 per MMBTU di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin (29/6). Sebelumnya, harga LNG berkisar antara US$ 20 hingga US$ 23 per MMBTU. Penurunan ini dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga keberlangsungan industri dan mencegah PHK.

"Atas dasar arahan Bapak Presiden bahwa Presiden berkepentingan betul untuk menjaga industri dan lapangan pekerjaan maka kami diperintahkan, masukan dari industri itu kurang lebih sekitar US$ 15 sampai US$ 16 dolar per MMBTU. Tapi setelah kita menghitung dan kami sudah perkenankan ke Bapak Presiden diturunkan menjadi US$ 13 per MMBTU. Jadi dari US$ 20 sampai US$ 23 per MMBTU sekarang diturunkan menjadi US$ 13 per MMBTU," ujar Bahlil.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga