Presiden Partai Buruh Said Iqbal secara resmi menunjuk Said Salahudin sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Partai Buruh, menyusul pengunduran diri Ferri Nuzarli dari jabatan Sekjen. Ferri mundur bersama sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) karena perbedaan pandangan mengenai arah perjuangan partai.
Penunjukan Plt Sekjen dan Dampaknya pada Kinerja Partai
Said Iqbal mengumumkan penunjukan tersebut di Gedung Pusat Film Usmar Ismail, Jakarta Selatan, pada Senin (29/6/2026). Ia menjelaskan bahwa Said Salahudin akan menjabat sebagai Plt Sekjen dalam waktu singkat, sekitar satu hingga dua bulan. Setelah itu, partai akan membentuk Sekjen definitif. "Jadi kita Partai Buruh hari ini akan menunjuk Plt, pelaksana tugas Partai Buruh, yaitu Bung Said Salahudin. Hanya bekerja sekitar satu hingga dua bulan. Setelah itu, dua bulan paling lama akan dibentuk Sekjen definitif. Jadi semua kerja-kerja partai tidak ada yang terganggu," ujar Said Iqbal.
Menurut Said Iqbal, mundurnya Ferri tidak mempengaruhi kinerja Partai Buruh. Ia menegaskan bahwa mundurnya pengurus harian bukanlah kali pertama, melainkan sudah beberapa kali terjadi sejak lima tahun lalu. "Begitu pula mundurnya Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) sebagai salah satu inisiator pelanjut Partai Buruh tidak mengganggu," tambahnya.
Dampak Mundurnya ORI di Berbagai Daerah
Said Iqbal mengungkapkan bahwa hanya dua provinsi yang ketua Partai Buruhnya menyatakan mundur dari ORI, yaitu Riau dan Yogyakarta. Untuk Riau, pengurus baru sudah dilantik. "Semalam saya sudah mendapat laporan, Provinsi Riau sudah ada pengurus yang baru dalam hitungan satu hari. Karena kami punya organisasi-organisasi buruh, petani, nelayan, guru, dan organisasi lain. Yaitu diketuai oleh Sunan, sekretarisnya adalah Sulyadi, dan bendaharanya adalah Satria. Jadi udah terbentuk di Riau, nggak ada masalah," jelasnya.
Sementara untuk Yogyakarta, Said Iqbal mengatakan ketua baru akan segera diumumkan. Pemimpin baru tersebut berasal dari kalangan sangat terpandang di Yogyakarta. "Kemudian di Jogja, bahkan kami berterima kasih dengan mundurnya Ketua Partai Buruh Jogja. Sekarang kami dapet orang terbaik, orang yang punya kemampuan mengorganisir massa dan dari kalangan sangat terpandang di Jogja yang menjadi Ketua Partai Buruh Jogja. Dan mungkin akan menang ini dengan ketua yang baru ini. Karena beliau dari kalangan terpandang ya, merakyat, dan dikenal meluas di Jogja dan Jawa Tengah. Tunggu aja tanggal mainnya. Beliau sudah menyatakan bersedia, nanti kita akan umumkan. Di provinsi lainnya, 36 provinsi nggak ada masalah," imbuhnya.
Lebih lanjut, Said Iqbal menyebutkan bahwa pengurus Partai Buruh di Papua Selatan dan Papua Tengah hanya menyatakan mundur dari ORI, bukan dari Partai Buruh. "Bahkan di Papua, Papua Selatan dan Papua Tengah, yang pengurus Partai Buruh berasal dari ORI menyatakan mundur dari ORI, bukan mundur dari Partai Buruh. ORI ini kan organisasi massa, bukan serikat buruh ya. Dia tetap serikat buruhnya di Papua Selatan dan Papua Tengah, tapi dia mundur dari Ormas ORI-nya dan tetap ada di Partai Buruh. Jadi dengan demikian Partai Buruh biasa-biasa saja," ujarnya.
Alasan Mundurnya Ferri Nuzarli dan ORI
Sebelumnya, Ferri Nuzarli mengundurkan diri bersama sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus ORI karena perbedaan pandangan mengenai arah perjuangan partai. Ferri mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melalui berbagai pertimbangan dan evaluasi yang panjang. "Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar," ujar Ferri dilansir Antara, Senin (29/6).
Ferri menjelaskan bahwa ORI merupakan sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani yang didirikan pada 2013 dan menjadi satu dari 11 organisasi inisiator pendirian Partai Buruh pada Kongres I Oktober 2021. Menurut Ferri, sekitar 1,3 juta anggota ORI di seluruh Indonesia memutuskan mengundurkan diri dari Partai Buruh mulai Jumat (26/6). "Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, ORI yang beranggotakan sekitar 1,3 juta orang memutuskan mulai Jumat mengundurkan diri," katanya.
Ferri menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut dilakukan secara baik-baik dan tetap menjaga hubungan persaudaraan dengan Partai Buruh. Ia menginstruksikan seluruh pengurus ORI yang menduduki jabatan struktural di Partai Buruh, mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan, untuk segera menyampaikan surat pengunduran diri secara administratif. "Hari ini kami instruksikan seluruh jajaran ORI dan KSPSI Andi Gani yang menjadi pengurus Partai Buruh untuk segera membuat surat pengunduran diri sebagai syarat administrasi," ujarnya.
Penyebaran Pengunduran Diri dan Dampaknya terhadap Partai Buruh
Ferri mengatakan bahwa pengurus yang mengikuti langkah tersebut tersebar di berbagai daerah, antara lain Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
Ferri mengibaratkan hubungan ORI dengan Partai Buruh seperti rumah tangga yang menghadapi persoalan berkepanjangan sehingga berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak membuahkan hasil. "Masalah internal sebenarnya sudah lama kami coba selesaikan secara kekeluargaan, tetapi persoalannya terus bertambah hingga akhirnya, berdasarkan evaluasi dan masukan dari seluruh daerah, kami memutuskan cukup sampai di sini," katanya.
Terkait dampak pengunduran diri terhadap Partai Buruh, Ferri mengklaim bahwa ORI bersama KSPSI merupakan organisasi inisiator terbesar di partai tersebut. "Kalau ditanya berapa persen pengaruhnya, ya otomatis separuhnya," ujar Ferri.



